Sarang, 1 September 2026 – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Anwar Sarang, Rembang menyelenggarakan Yudisium Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Momentum akademik tersebut menjadi penanda berakhirnya masa studi para mahasiswa sekaligus awal bagi mereka untuk mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di STAI Al-Anwar.
Pada yudisium tahun 2026 ini, sebanyak 239 mahasiswa dinyatakan mengikuti yudisium, yang terdiri atas 159 lulusan Program Studi S-1 Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) dan 80 lulusan Program Studi S-1 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).
Rincian tersebut terdiri dari:
S-1 Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT): 159 lulusan
Laki-laki: 80
Perempuan: 79
S-1 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI): 80 lulusan
Laki-laki: 23
Perempuan: 57
Total keseluruhan: 239 lulusan
Yudisium tersebut menjadi momentum penting bagi STAI Al-Anwar dalam melepaskan ratusan penerusnya untuk melestarikan pengabdian dan kiprah mereka di masyarakat.













Ketua STAI Al-Anwar Menekankan Pentingnya Karakter Sukses
Dalam sambutannya, Ketua STAI Al-Anwar, Dr. KH. Abdul Ghofur Maimoen, memberikan pesan kepada para lulusan agar tidak hanya mengandalkan ijazah dan prestasi akademik. Menurut beliau, keberhasilan seseorang dalam kehidupan juga sangat ditentukan oleh karakter yang dimilikinya.
Salah satu pesan utama yang disampaikan adalah pentingnya memiliki “Karakter Sukses”, yang antara lain mencakup disiplin waktu, pekerja keras, tangguh, serta memiliki karakter baik lainnya.
Karakter tersebut, lanjut beliau, akan menjadi modal penting bagi para lulusan untuk dapat berkiprah dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Dengan karakter yang kuat, para lulusan diharapkan tidak hanya mencari kesuksesan untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu menghadirkan kemanfaatan yang luas bagi masyarakat.
Belajar dari Nabi Musa ‘alayhi al-salām : Al-Qawiyyu Al-Amīn
Dalam menyampaikan pesannya, Dr. KH. Abdul Ghofur Maimoen mengajak para lulusan untuk mengambil pelajaran dari kisah Nabi Musa ‘alayhi al-salām sebagaimana disebutkan dalam QS al-Qaṣaṣ [28]: 26:
إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الْأَمِينُ
“Sebaik-baiknya orang yang Anda pekerjakan adalah orang yang kuat lagi dapat dipercaya.”
Ayat tersebut menunjukkan dua karakter penting yang harus dimiliki seseorang ketika menerima amanah, yaitu al-qawiyy atau memiliki kekuatan, kemampuan, dan kompetensi, serta al-amīn , yakni dapat dipercaya dan memiliki integritas.
Pesan ini menjadi sangat relevan bagi para lulusan yang akan memasuki dunia kerja dan pengabdian. Keilmuan perlu disertai dengan kemampuan, sementara kemampuan harus berjalan bersama dengan amanah.
Nabi Yusuf ‘alayhi al-salām : Ḥafīẓun ‘Alīm
Selain kisah Nabi Musa ‘alayhi al-salām , Ketua STAI Al-Anwar juga mengingatkan para lulusan pada keteladanan Nabi Yusuf ‘alayhi al-salām dalam QS Yūsuf [12]: 55:
إِنِّي حَفِيظٌ عَلِيمٌ
“Sebenarnya aku adalah orang yang pandai menjaga lebih banyak pengetahuan.”
Dua karakter yang tercermin dalam ayat tersebut, yaitu ḥafīẓ dan ʿalīm , menunjukkan pentingnya perpaduan antara kemampuan menjaga amanah dengan pengetahuan dan kompetensi.
Para lulusan STAI Al-Anwar diharapkan mampu membawa karakter tersebut dalam berbagai bidang kehidupan yang mereka masuki.
Meneladani Karakter Para Malaikat
Dr. Abdul Ghofur Maimoen juga mengingatkan tentang karakter malaikat pembawa wahyu sebagaimana dijelaskan dalam QS at-Takwīr [81]: 19–21. Ayat tersebut menggambarkan karakter yang mulia, kuat, terpercaya, dan memiliki kedudukan tinggi.
Karakter-karakter tersebut, menurut beliau, perlu menjadi teladan dan ditanamkan dalam kehidupan para lulusan.
“Maka karakter-karakter itu yang perlu kita teladani dan kita tanamkan dalam diri kita.”
Cumlaude Bukan Akhir dari Perjalanan
Dalam kesempatan tersebut, para lulusan yang berhasil meraih predikat cumlaude juga mendapatkan ucapan selamat dan penghargaan. Namun beliau juga memberikan motivasi kepada lulusan yang belum memperoleh predikat tersebut agar tidak berkecil hati.
Menurut beliau, predikat akademik yang diperoleh pada saat yudisium bukanlah satu-satunya ukuran kesuksesan seseorang. Dengan karakter sukses, kerja keras, ketangguhan, dan kemauan untuk terus berkembang, setiap lulusan memiliki peluang untuk meraih kesuksesan di masa mendatang.
Oleh karena itu, yudisium bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal dari perjalanan baru untuk mengamalkan ilmu dan memberikan manfaat.
Dengan dilepasnya 239 lulusan, yang terdiri dari 159 lulusan S-1 Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dan 80 lulusan S-1 PGMI, STAI Al-Anwar berharap para alumni mampu membawa nilai-nilai keilmuan, akhlak, dan tradisi pesantren dalam setiap kiprah mereka.
Selamat kepada 239 lulusan Yudisium Tahun 2026. Terus berilmu, berkarakter, amanah, tangguh, dan memberikan manfaat bagi umat dan masyarakat.



















