Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

A. Visi

Visi Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir STAI Al-Anwar Sarang adalah “Menjadi Pusat Persemaian Santri Intelektual yang Menguasai Keilmuan Klasik Klasik Islam yang Ramah dan Responsif terhadap Persoalan Kekinian dalam Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir”

 

B. Misi 

Adapun misi Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir STAI Al-Anwar Sarang adalah sebagai berikut:

  • Menyelenggarakan pendidikan ilmu Al-Qur’an dan tafsir yang dapat mengintegrasikan pendekatan tafsir klasik dengan pendekatan tafsir modern dan responsif terhadap tuntutan perubahan;
  • Melakukan dan mengembangkan penelitian yang dapat mengkontekstualisasikan keilmuan klasik Al-Qur’an dan Tafsir;
  • Berperan serta dalam pembangunan masyarakat yang sejahtera dan Islami melalui pengabdian kepada masyarakat;

 

C. Tujuan

Tujuan Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir STAI Al-Anwar Sarang adalah:

  • Menghasilkan sumber daya manusia di bidang ilmu Al-Qur’an dan Tafsir yang berakhlakul karimah dan mampu mengintegrasikan pendekatan tafsir klasik dengan pendekatan tafsir modern serta responsif terhadap tuntutan kekinian;
  • Menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki intelektualitas di bidang Al-Qur’an dan Tafsir yang memiliki tradisi penelitian inovatif, responsif dan kontekstual;
  • Menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kepedulian dalam memecahkan problem masyarakat.

Prodi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir (IQT), merupakan Program Studi (prodi) pertama  yang ada di Stai al-Anwar,  dengan demikian, lahirnya Prodi IQT di Stai Al-Anwar beriringan dengan berdirinya kampus Stai al-Anwar yang didirikan pada tanggal 22 November 2011, dengan pendirinya ialah KH. Maimoen Zubair yang mendapatkan izin operasional dari Kementrian Agama dengan SK-nomor : Dj.I/1636/2011.

Terdapat dua Alasan utama yang melatarbelakangi terpilihnya prodi IQT sebagai prodi pertama yang ada di Stai al-Anwar. Pertama. Dr. KH. Abdul Ghofur MA secara linear mengambil jurusan tafsir ketika S1, S2 dan S3 di al-Azhar, Mesir, belaiu sebagai penerus estafet kepemimpinan dari KH. Maimoen Zubair di Stai Al-Anwar. Kedua, karena  pendiri Stai Al-Anwar sarang, KH, Maimoen Zubair terkenal dengan ulama ahli tafsir.

 Selain itu, Visi-Misi yang diemban oleh Prodi IQT Stai al-Anwar ialah merupakan pengejawentahan dari perkataan KH. Maimoen Zubair (pendiri Stai al-Anwar) “Santri yang intelektual, Intelektual yang santri”. Awalnya, Visi-Misi yang digunakan Stai Al-Anwar hanya sebatas formalitas untuk mengajukan ke pemerintah, tidak seperti sekarang ini.

Perkataan KH. Maimoen Zubair menjadi embrio akan Visi-Misi dari Prodi IQT  yang dikolaborasi dengan Tri darma perguruan tinggi(pendidikan, penelitian dan pengembangan, dan pengabdian masya) untuk menghasilkan Visi-Misi baru.

Orang-orang yang terlibat secara masif yang mengejawentahkan perkataan KH. Maimoen Zubair yang dikolaborasikan dengan tri darma perguruan tinggi ialah Dr. Abdul Gofur Maimoen M.A dan Dr. Najib Bukhari M.Thi. Sehingga lahirlah Visi-Misi baru Prodi IQT yang diresmikan pada tahun 2017 dengan redaksi sebagai berikut:

Visi

Menjadi pusat persemaian santri Intelektual yang menguasai keilmuan klasik islam yang ramah yang responsive terhadap persoalan kekinian dalam ilmu al-Qur’an dan Tafsir

Misi

  1. Menyelenggarakan pendidikan ilmu al-Qur’an dan Tafsur yang dapat mengintegrasikan pendekatan klasik dengan pendekatan tafsir modern dan responsive terhadap perubahan.
  2. Melakukan dan mengembangkan penelitian yang dapat mengkontekstualisasikan keilmuan klasik ilmu al-Qur’an dan Tafsir.
  3. Berperan serta dalam pembanguanan masyarakat yang sejarhtera dan islami melalui pengabdian masyarakat.

 

Prodi Iqt melaksanakan berbagai upaya-upaya untuk menggapai cita-cita yang tertulis di dalam Visi-Misinya, mulai dari pemilihan mata kuliah yang di ajarkan, dosen-dosen pengampu.

Dalam pemilihan mata kuliah yang di ajarkan terdapat beberapa pengadopsian dari Universitas Al-Azhar Mesir, seperti mata kuliah Studi Mashahif dan Qira’ah, Madzahib al-Tafsir, Manahij al-Tafsir, Tafsir Tahlili, al-Dakhir Fi al-Tafsir, Nudzum Islamiyah dan lain lain.

Selain itu, Terdapat banyak dosen yang merupakan lulusan luar negri sepertihalnya lulusan al-Azhar Mesir, Maroko, Yaman dan lain sebagainya. Banyak pula lulusan dalam negri yang tidak kalah menghiasi bangku dosen di Prodi IQT. Kesemuanya bergabung dalam rangka untuk meraih cita-cita Prodi IQT yang mulia ialah untuk menjadi “Referensi Utama Kajian Islam”.

A. Sasaran
    1. Bidang Pendidikan
      1. Memfasilitasi Mahasiswa untuk meningkatkan keterampilan menulis ilmiah;
      2. Mengidentifikasi minat dan bakat mahasiswa IQT sesuai dengan keilmuan klasik Islam;
      3. Memfasilitasi mahasiswa untuk meningkatkan keterampilan berbahasa asing;
      4. Mendorong mahasiswa untuk lulus tepat waktu 8 semester;
      5. Mendorong dosen mengembangkan materi perkuliahan dan metode pengajaran secara berkala;
      6. Menyelenggarakan PKL sesuai dengan keilmuan klasik Islam
    2. Bidang Penelitian dan Publikasi
      1. Memfasilitasi Dosen mendapatkan materi tentang metode/teori keilmuan klasik Islam yang update;
      2. Memfasilitasi Mahasiswa mendapatkan materi kuliah umum tentang keilmuan klasik Islam;
      3. Mendorong Dosen dan Mahasiswa untuk melakukan diseminasi penelitian dalam seminar nasional maupun Internasional;
      4. Mendorong Mahasiswa untuk melakukan diskusi terkait keilmuan klasik Islam;
      5. Mendorong Mahasiswa untuk mempublikasikan hasil diskusi dalam bentuk artikel yang disebarluaskan secara nasional maupun Internasional;
    3. Bidang Pengabdian kepada Masyarakat
      1. Mendorong dan mendata Mahasiswa dan Dosen yang melakukan PKM;
      2. Mendorong dosen menyusun artikel pengabdian dan publikasinya di jurnal PKM;
      3. Mendorong dosen untuk melakukan kegiatan PKM yang berkaitan dengan keilmuan klasik Islam;
    4. Bidang Tata Kelola, SDM dan Kerjasama
      1. Mengadakan evaluasi dan monitoring kinerja secara berkala dan sistematis untuk menciptakan tata kelola prodi yang efektif;
      2. Menyelenggarakan monitoring kurikulum maupun review kurikulum untuk menyelaraskan isu kontemporer dengan keilmuan klasik Islam;
      3. Meninjau kembali naskah akademik prodi IQT sesuai dengan kebutuhan keilmuan klasik Islam;
      4. Memperbaiki panduan skripsi IQT yang sesuai dengan kebutuhan keilmuan klasik Islam;
      5. Mengadakan penyusunan renstra yang memperhitungkan perkembangan strategis prodi IQT;
      6. Memfasilitasi kegiatan yang berkaitan dengan penggunaan Laboratorium sesuai dengan kajian klasik Islam;
      7. Menyediakan kesempatan alumni berbagi pengalaman kepada mahasiswa IQT
      8. Menyediakan surat kerja sama yang sesuai dengan kebutuhan program studi;
      9. Memfasilitasi program studi untuk meningkatkan standar akreditasi menjadi lebih baik
B. Rencana Strategis
    1. Bidang Pendidikan dan Pengajaran
      1. Peningkatan kemampuan mahasiswa dalam menulis akademik;
      2. Penguatan minat dan bakat mahasiswa yang sesuai dengan Prodi IQT;
      3. Peningkatan jumlah mahasiswa yang lulus tepat waktu;
      4. Penguatan pengalaman kerja lapangan bagi mahasiswa;
      5. Pengembangan materi perkuliahan dan metode pengajaran dosen;
    2. Bidang Penelitian dan Publikasi Ilmiah
      1. Peningkatan pengetahuan dosen tentang keilmuan klasik Islam
      2. Peningkatan nalar kritis mahasiswa
      3. Peningkatan diseminasi penelitian dosen dan mahasiswa
      4. Pembiasaan iklim akademik bagi mahasiswa IQT
      5. Peningkatan jumlah publikasi mahasiswa
    3. Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat
      1. Peningkatan jumlah dosen dan mahasiswa yang melakukan kegiatan PKM;
      2. Peningkatan jumlah artikel PKM dan dipublikasikan pada jurnal PKM;
      3. Peningkatan keaktifan dosen dalam melakukan kegiatan PKM;
    4. Bidang Tata Kelola, SDM, dan Kerja Sama
      1. Peningkatan sistem tata kelola prodi;
      2. Penyelarasan isu kontemporer dengan keilmuan klasik;
      3. Penjaminan rencana program berbasis pelayanan umum secara terukur;
      4. Peningkatan fungsi sarana dan prasarana Laboratorium IQT;
      5. Peningkatan jejaring alumni prodi IQT;
      6. Peningkatan kerjasama dengan lembaga atau universitas lain;
      7. Peningkatan mutu prodi IQT;

HMP IQT

Program Kerja & Dokumentasi Kegiatan


01. Opening Kegiatan & Milad

Dokumentasi Opening Kegiatan & Milad HMP IQT ke-7

Diselenggarakan pada tanggal 04 Oktober 2025, sebagai awal perjalanan baru yang penuh semangat dan kebersamaan.

Tujuh tahun bukan waktu yang singkat — semoga HMP IQT terus tumbuh, menginspirasi, dan berkontribusi bagi kemajuan keilmuan dan ukhuwah.

02. Diskusi Angkatan Semester 3

Diskusi angkatan hangat dari semester 3.

Dengan tema “Problematika Program MBG dalam Perspektif Halalan Thayyiban”, kegiatan ini menjadi ruang untuk saling bertukar pikiran, menambah wawasan, dan memperdalam makna “halalan thayyiban” dalam konteks kekinian.

“Terus tumbuhkan semangat kritis dan ilmiah, karena dari diskusi lahir pemahaman yang bernas.”

03. Diskusi Angkatan Semester 5

Tema: “Kritik al-Qur’an terhadap Budaya Hustle Culture: Menemukan Batas antara Ikhtiar dan Isrāf”

Menjadi insan yang hidup di tengah tuntutan produktivitas tanpa henti, kita kerap terjebak pada budaya hustle culture — bekerja tanpa jeda, berjuang tanpa batas, hingga lupa pada keseimbangan jiwa dan raga.

Melalui Diskusi Tematik Semester 5 ini, kami belajar bahwa Islam tidak menafikan ikhtiar, namun juga memberi rambu agar manusia tidak terjerumus dalam isrāf dan kelelahan yang melampaui batas kemanusiaan.

Al-Qur’an hadir sebagai kritik sekaligus penuntun: bekerja adalah ibadah, tetapi menjaga diri dari berlebih-lebihan juga bagian dari ketaatan. Di sinilah kami diajak menemukan titik temu antara semangat berusaha dan kebijaksanaan dalam membatasi diri.

Produktif, tetapi tetap manusiawi. Berjuang, tanpa kehilangan makna hidup.

“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”
(QS. Al-A’rāf: 31)

04. Pelatihan Terjemah oleh Pak Aminoto

Pelatihan penerjemahan bersama Bapak Amin Sa’doellah yang dilaksanakan setiap hari Senin.

Kegiatan ini menjadi wadah untuk meningkatkan kemampuan dalam memahami dan menerjemahkan teks secara lebih mendalam. ✨

05. Diskusi Lintas Prodi

Rangkaian momen penuh gagasan, dialog kritis, dan energi intelektual dari mahasiswa-mahasiswi IQT, PGMI, dan PM.

Satu ruang, banyak perspektif — melahirkan pemikiran progresif untuk masa depan pendidikan dan keilmuan.

Saling menyapa dengan ilmu, bertukar gagasan dengan hati. Semoga diskusi hari ini menjadi jejak awal perubahan besar yang menginspirasi langkah berikutnya.

✨ Terima kasih untuk semangat dan kontribusi luar biasa!

06. Kaderisasi Mahasiswa Qur’ani (KMQ)

KMQ merupakan program yang menunjang kaderisasi dengan dua cabang utama:

  • MFQ — Musabaqoh Fahmi al-Qur’an
  • MQK — Musabaqoh Qiro’ah al-Kitab

Dokumentasi ini merupakan hasil dari KMQ cabang MFQ yang telah berhasil memenangkan lomba dalam ajang MFQ di UINSA Surabaya. 🏆

07. Duta IQT

Duta IQT merupakan program pengembangan kader yang bertujuan untuk membentuk representasi mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir yang berintegritas, berwawasan keilmuan, serta mampu menjadi duta nilai-nilai akademik dan keislaman.

Program ini dilaksanakan satu tahun sekali dan menjadi ruang aktualisasi bagi kader untuk mengasah kapasitas intelektual, komunikasi, dan kepemimpinan, baik di lingkungan internal maupun eksternal.

Melalui Duta IQT, diharapkan lahir figur-figur inspiratif yang mampu membawa dan merepresentasikan identitas keilmuan IQT secara elegan, kritis, dan kontributif.

08. Workshop Kepenulisan Akademik

Workshop Kepenulisan Akademik merupakan kegiatan pengembangan kapasitas yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis ilmiah mahasiswa.

Kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembelajaran sekaligus pendampingan dalam memahami kaidah penulisan akademik, mulai dari:

  • Perumusan gagasan
  • Sistematika penulisan
  • Penggunaan metode dan referensi sesuai standar ilmiah

Melalui workshop ini, diharapkan peserta tidak hanya mampu menghasilkan tulisan yang memenuhi kaidah akademik, tetapi juga memiliki kesadaran literasi dan tradisi keilmuan yang berkelanjutan.

09. Buletin Al-Asyrof

Buletin Al-Asyrof merupakan media literasi yang berperan sebagai ruang ekspresi dan pengembangan intelektual kader.

Buletin ini hadir dalam tempo 20 hari sekali untuk mewadahi berbagai tulisan, mulai dari refleksi keislaman, kajian keilmuan, opini, hingga karya sastra yang lahir dari proses berpikir kritis dan kreatif.

Melalui Buletin Al-Asyrof, diharapkan budaya menulis dapat tumbuh dan berkembang, sekaligus menjadi sarana dokumentasi gagasan serta kontribusi kader dalam merawat tradisi keilmuan dan literasi. 📖