Memperluas Partisipasi, Mendorong Inovasi: KKN-PAR STAI Al Anwar Dorong Sale Pisang sebagai Produk Bernilai Tambah Desa Bondol

Bagikan

Bondol, Bojonegoro – Hamparan pohon pisang yang tumbuh subur di Desa Bondol selama ini menjadi salah satu potensi pertanian yang dimiliki masyarakat. Namun, sebagian besar hasil panen masih dipasarkan dalam bentuk buah segar dengan nilai jual yang relatif rendah. Berangkat dari potensi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Participatory Action Research (KKN-PAR) STAI Al Anwar Sarang Rembang Unit 19 “ROPANG BOYS” menghadirkan sebuah inovasi melalui Sosialisasi dan Pelatihan Pengolahan Sale Pisang bertema “Memperluas Partisipasi, Mendorong Inovasi”, sebagai upaya meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat Desa Bondol. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 5 Agustus 2026, di Balai Desa Bondol, Kecamatan Ngambon, Kabupaten Bojonegoro.

Program tersebut merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi mahasiswa KKN-PAR setelah mengidentifikasi pisang sebagai komoditas unggulan Desa Bondol. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperkenalkan teknik pengolahan sale pisang, tetapi juga mengajak masyarakat melihat bahwa potensi yang selama ini dianggap biasa dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi apabila dipadukan dengan inovasi, kreativitas, dan pengemasan yang baik.

Sebanyak 31 peserta dari 53 undangan hadir mengikuti kegiatan tersebut. Peserta berasal dari unsur perangkat desa, PKK, Muslimat, Fatayat, BUMDes, pelaku UMKM, serta masyarakat Desa Bondol. Kehadiran berbagai elemen masyarakat menunjukkan tingginya perhatian terhadap upaya pengembangan potensi lokal melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan, penyampaian materi, hingga praktik pengolahan sale pisang secara langsung. Sejak awal kegiatan berlangsung, suasana tampak hangat dan komunikatif. Peserta aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta berbagi pengalaman mengenai pengolahan hasil pertanian yang selama ini dilakukan di lingkungan masing-masing.

Koordinator Mahasiswa Unit 19 “ROPANG BOYS”, Muhammad Iqbal Ahyat, menjelaskan bahwa pemilihan program pengolahan sale pisang merupakan hasil pemetaan potensi desa selama pelaksanaan KKN. Menurutnya, melimpahnya hasil panen pisang di Desa Bondol perlu diimbangi dengan inovasi agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Ngambon memiliki potensi pisang yang sangat besar. Selama ini sebagian besar dipasarkan dalam bentuk mentah dengan harga yang relatif rendah. Kami berharap inovasi pengolahan sale pisang ini dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat sehingga mampu menjadi produk unggulan Desa Bondol, bahkan dikenal hingga desa-desa lainnya,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Pelaksana kegiatan, Zidni Mubarok, menegaskan bahwa pelatihan ini bertujuan membangun kesadaran masyarakat bahwa pengolahan hasil pertanian merupakan salah satu cara meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Kami ingin mengajak masyarakat agar tidak hanya menjual pisang dalam bentuk mentah. Dengan inovasi pengolahan, pisang memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Harapan kami, program ini dapat terus berlanjut dan menjadi awal lahirnya produk unggulan Desa Bondol,” tuturnya.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Desa Bondol. Sekretaris Desa Bondol, Abdurrohim, yang mewakili Kepala Desa, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN dan berharap keterampilan yang diperoleh masyarakat dapat berkembang menjadi usaha produktif yang mampu menopang perekonomian keluarga.

“Daripada waktu luang tidak dimanfaatkan, lebih baik digunakan untuk membuat sale pisang. Selain menjadi usaha tambahan bagi keluarga, kami berharap pengembangan produk ini nantinya dapat berkolaborasi dengan Koperasi Desa (KOPDES) maupun BUMDes sehingga keberlanjutannya semakin terjaga,” ungkapnya.

Setelah sesi sambutan, peserta memperoleh materi mengenai konsep nilai tambah produk, pentingnya inovasi dalam pengembangan usaha, serta peluang menjadikan sale pisang sebagai salah satu produk khas Desa Bondol. Mahasiswa KKN juga memaparkan tahapan produksi, mulai dari proses penjemuran, pembuatan adonan, teknik penggorengan, hingga pengemasan sebagai bekal untuk mengembangkan usaha rumahan berbasis potensi lokal.

Memasuki sesi praktik, suasana pelatihan semakin hidup. Peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok dan didampingi langsung oleh mahasiswa KKN. Mereka mempraktikkan setiap tahapan pembuatan sale pisang, mulai dari mencampur adonan, menggoreng hingga menghasilkan tekstur yang renyah, kemudian menambahkan berbagai varian topping sebagai bentuk inovasi produk. Interaksi yang terjalin selama praktik menunjukkan bahwa proses belajar berlangsung secara partisipatif, di mana peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga mencoba, berdiskusi, dan saling bertukar pengalaman.

Antusiasme peserta tampak jelas sepanjang kegiatan. Hal itu terlihat dari semangat mereka mengikuti praktik bersama, mencoba berbagai variasi penyajian sale pisang, hingga berdiskusi mengenai peluang pemasaran produk. Momen kebersamaan antara mahasiswa KKN dan masyarakat selama praktik menjadi gambaran bahwa pemberdayaan masyarakat akan lebih efektif ketika dibangun melalui partisipasi aktif dan kerja sama.

Salah seorang peserta sekaligus pegiat UMKM Desa Bondol, Ibu Richa, mengaku pelatihan tersebut memberikan wawasan baru mengenai pemanfaatan potensi desa sebagai peluang usaha.

“Alhamdulillah, saya merasa sangat bersyukur dapat mengikuti pelatihan ini. Kami tidak hanya belajar cara membuat sale pisang, tetapi juga memperoleh wawasan bahwa potensi desa dapat menjadi peluang usaha. Semoga ilmu yang diberikan adik-adik KKN dapat kami praktikkan sehingga mampu menjadi langkah awal meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-PAR STAI Al Anwar tidak hanya membagikan keterampilan teknis dalam mengolah sale pisang, tetapi juga menghadirkan ruang kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, BUMDes, dan pelaku UMKM untuk bersama-sama mengembangkan potensi lokal. Produk sale pisang yang dihasilkan selama pelatihan menjadi bukti bahwa komoditas sederhana dapat memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi ketika diolah secara kreatif dan inovatif.

Diharapkan, pelatihan ini menjadi langkah awal tumbuhnya kolaborasi yang berkelanjutan dalam mengembangkan sale pisang sebagai salah satu produk unggulan Desa Bondol. Dengan semangat inovasi dan partisipasi masyarakat, potensi lokal yang selama ini dimiliki desa diharapkan mampu memberikan nilai tambah, membuka peluang usaha baru, serta berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Salam Berdampak!

Bondol, Juara!
Ngambon, Kompak!
Bojonegoro, Bahagia, Makmur, Membanggakan!