Sarang, 2 September 2026 – Menyambut tahun akademik baru sekaligus memberikan bekal awal bagi mahasiswa dalam menjalani proses pendidikan di lingkungan kampus dan pesantren, STAI Al-Anwar Sarang Rembang menyelenggarakan Seminar Internasional dengan tema “Pengenalan Kitab Ma‘ālim Irsyādiyyah li Ṣinā‘ati Ṭālib al-‘Ilmi”.
Kegiatan yang berlangsung di Hall STAI Al-Anwar pada pukul 09.00–12.00 WIB tersebut diikuti oleh mahasiswa dan mahasiswi baru Tahun Akademik 2026/2027 dari tiga program studi, yakni Perbandingan Mazhab (PM), Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT), serta Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).
Seminar menghadirkan Syaikh Duktur Muhyiddin dari Istanbul, Turki, seorang ulama keturunan Syam yang memiliki perhatian terhadap tradisi keilmuan Islam dan pendidikan penuntut ilmu. Kegiatan dipandu oleh Luthfil Anshori, Lc., M.Ud. sebagai moderator.
Menanamkan Fondasi Menuntut Ilmu Sejak Awal
Ketua STAI Al-Anwar, Dr. KH. Abdul Ghofur Maimoen, dalam pengantarnya menyampaikan bahwa sebagian besar peserta seminar merupakan mahasiswa baru. Karena itu, tema yang diangkat dinilai sangat relevan dengan kondisi peserta yang sedang memulai perjalanan akademik dan kepesantrenan di STAI Al-Anwar.
Pengenalan terhadap kitab Ma‘ālim Irsyādiyyah li Ṣinā‘ati Ṭālib al-‘Ilmi diharapkan dapat memberikan bekal kepada mahasiswa mengenai bagaimana seharusnya seorang penuntut ilmu menjalani proses belajarnya.
Sementara itu, moderator Luthfil Anshori, Lc., M.Ud. mengawali pembahasan dengan sebuah pertanyaan fundamental yang menjadi titik tolak seminar:
“Bagaimana kita mencetak seorang pembelajar sejati?”
Pertanyaan tersebut menjadi pengantar bagi Syaikh Duktur Muhyiddin untuk menyampaikan muhadharah mengenai pentingnya membangun tradisi belajar yang benar sejak awal perjalanan pendidikan.
Kitab sebagai Pedoman Perjalanan Penuntut Ilmu
Dalam penyampaiannya, Syaikh Duktur Muhyiddin menjelaskan pentingnya membaca kitab Ma‘ālim Irsyādiyyah li Ṣinā‘ati Ṭālib al-‘Ilmi. Menurut beliau, kitab tersebut dapat menjadi guide atau pedoman bagi para santri dan mahasiswa dalam menjalani proses menuntut ilmu.
Kitab yang ditulis oleh Syaikh Muhammad Awwamah tersebut, jelas beliau, membahas sejumlah prinsip penting yang berkaitan dengan ilmu, penuntut ilmu, guru, serta hubungan keduanya.
Secara garis besar, isi kitab tersebut terdiri atas empat bab utama
Pertama, pembahasan mengenai apa yang dimaksud dengan “ilmu” dalam konteks perjalanan seorang penuntut ilmu. Pemahaman terhadap hakikat ilmu menjadi fondasi awal agar seorang pelajar memiliki orientasi yang benar dalam belajar.
Kedua, pembahasan mengenai langkah-langkah yang hendaknya ditempuh oleh seorang penuntut ilmu. Bagian ini memberikan arahan mengenai proses dan tahapan yang perlu diperhatikan oleh seorang santri dalam membangun perjalanan keilmuannya.
Ketiga, kitab tersebut membahas sikap dan karakter ideal seorang guru. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai pengetahuan, tetapi juga memiliki posisi penting dalam memberikan keteladanan dan membentuk karakter peserta didik.
Keempat, pembahasan mengenai rambu-rambu bagi guru dan penuntut ilmu. Bagian ini memberikan pedoman agar relasi antara guru dan murid berjalan dalam koridor yang sesuai dengan tradisi dan etika keilmuan Islam.
Membentuk Pembelajar Sejati
Seminar internasional ini menjadi bagian dari ikhtiar STAI Al-Anwar dalam memberikan orientasi keilmuan kepada mahasiswa baru sebelum mereka memasuki proses pembelajaran secara lebih mendalam.
Pendidikan di STAI Al-Anwar tidak hanya diarahkan pada penguasaan materi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, adab, dan tradisi keilmuan. Oleh karena itu, pengenalan terhadap literatur dan tradisi para ulama menjadi bagian penting dalam membangun fondasi pendidikan mahasiswa.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa baru diharapkan memahami bahwa menjadi mahasiswa sekaligus mahasantri bukan sekadar menjalani rutinitas perkuliahan, melainkan memasuki sebuah perjalanan panjang dalam menuntut ilmu yang membutuhkan kesungguhan, kedisiplinan, adab, dan keteladanan.
Seminar ditutup dengan harapan agar para mahasiswa baru STAI Al-Anwar mampu menjadikan proses pendidikan sebagai jalan untuk membentuk diri menjadi pembelajar sejati, berilmu, beradab, dan memiliki komitmen untuk mengamalkan ilmu serta memberikan kemanfaatan bagi masyarakat.
#referensiutamakajianislam






