Sekalinya Mengabdi, Selamanya Menginspirasi

Bagikan

Ponorogo, 3 Agustus 2026 – satu mahasiswi Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT), dan empat mahasiswi Program Studi Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STAI Al-Anwar Sarang Rembang, Rosikhoh Ma’rifati, Elvika Putri Arista, Fadhiyyatus Sabrina, Salsabila Inayatul Ulya, Mita Dwi Delinanti, telah melaksanakan pengabdian masyarakat dan anak anak sekolah dasar, yang diselenggarakan oleh Yayasan Generasi Sahabat Pendidikan dengan programnya Gerakan Mengajar Desa (GMD), 3-9 Agustus 2026.

GMD merupakan sebuah komunitas pengabdian yang menerjunkan 12-17 pemuda sebagai relawan pengajar atau biasa disebut dengan tutor inspiratif, dan menempatkan 1 mentor muda sebagai pembimbing atau fasilitator. Satu tim yang terbentuk memiliki background pendidikan yang beragam, baik dari perguruan tinggi maupun jenjang pendidikan. Pada Tim kali ini, melaksanakan pengabdiannya di desa Sekaran, kecamatan Siman, kabupaten Ponorogo.

Tim tersebut terdiri dari:

  • 5 mahasiswa STAI Al-Anwar Sarang Rembang.
  • 5 mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya,
  • 3 mahasiswa Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor) yang terdiri dari 2 mahasiswa S-1 dan 1 mahasiswa pascasarjana,
  • 1 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)
  • 1 mahasiswa pascasarjana Institus Agama Islam Negeri (INSURI) Ponorogo.

Tim tersebut mengangkat dua program pengabdian yang ada pada Yayasan Generasi Sahabat Pendidikan. Kedua program tersebut adalah kesehatan dengan tema Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan pendidikan dengan tema life skill. Keduanya dipilih berdasrkan survey yang sudah dilaksanakan pada 31 Juli 2026 di SD Negeri 1 Sekaran dan Desa Sekaran.

Menginspirasi Melalui Pembelajaran Life Skill

Life skill menjadi program pilihan sebagai upaya membantu anak-anak membangun motivasi belajar serta mengenali potensi dan cita-cita mereka sejak dini. Pembelajaran ini mengajak para murid untuk menggali bakat minatnya, mengenali cita-cita dan impiannya. Selama pembelajaran berlangsung, mereka tampak antusias menceritakan cita-citanya, harapan-harapannya untuk masa depan. Pada momen ini, mereka juga diajak untuk berimajinasi dengan mewarnai gambar dari masing cita-citanya.

Edukasi Kesehatan untuk Tumbuh Kembang Anak

Program pembelajaran selanjutnya adalah mengenai PHBS. Dalam hal ini, materi yang disampaikan yakni kesehatan pubertas untuk kelas 4, 5, 6, serta kebersihan gigi dan tangan untuk anak kelas 1-3. Masa kanak-kanak seusia mereka perlu diajarkan tentang kedisiplinan untuk hidup bersih dan sehat sejak dini.

Edukasi Parenting untuk Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak

 

Kegiatan edukasi parenting anak menjadi program tertarget yang terlaksana pada hari kelima sekaligus sebagai penutup rangkaian kegiatan GMD di sekolah. Dengan melibatkan seluruh wali murid yang berjumlah 69, para guru, seluruh tutor, dan 1 pemateri seminar parenting. Seminar ini sebagai refleksi bersama, bagaimana pola asuh yang tepat untuk anak, bagaimana pentingnya keterlibatan keluarga dalam tumbuh kembang anak, yang nantinya akan menunjang pendidikan anak.

Di lain acara namun masih dalam sekolahan, para tutor mengadakan pentas seni sebagai bentuk apresiasi kreativitas anak, sekaligus perpisahan dengan para guru dan para murid sekolahan. Pentas seni ini menjadi wadah untuk menyalurkan bakat anak, sekaligus memupuk kepercayaan dirinya.

Edukasi Kesehatan dan Medical Check Up (MCU)

Kegiatan selanjutnya yakni mengenai edukasi kesehatan dan Medical Check Up (MCU) untuk masyarakat, yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 8 Agustus 2026 di Balai desa Sekaran. Kegiatan ini melibatkan warga desa Sekaran dan sekitarnya dengan 100 undangan yang tersebar, mentor dan para tutor, serta dokter dan staf kesehatan Rumah Sakit Yasyfin. Diawali dengan edukasi kesehatan oleh Dokter Jimmy Taruna Taufiq Fajar dari Rumah Sakit yasyfin, yang mengedukasi tentang hipertensi dan diabetes.

Setelah edukasi selesai dilanjutkan dengan MCU, pemeriksaan pada tekanan darah, gula darah, dan lainnya untuk melihat secara mendalam kondisi kesehatan warga desa Sekaran. Para warga tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Keceriaan turut menghiasi wajah mereka. Banyak ilmu yang didapat dari seminar edukasi yang telah terlaksana.

Pengabdian yang sudah terlaksana sebenernya tidak hanya berdampak pada desa dan sekolahnya, melainkan pada diri sendiri. Output yang dihasilkan tidak hanya untuk masyarakat saja, namun yang paling utama adalah bagaimana seseorang belajar upgraid diri. Sebelumnya Rudi Reynal Sulaiman, CEO Gerakan Mengajar Desa telah berpesan “Jadikan masa-masa pengabdian ini sebagai laboratorium pengalaman untuk kalian terus belajar, belajar segala hal yang kalian temukan di lapangan. Selamat mengabdi, selamat menginspirasi.”