Olah Jagung Jadi Tepung, KKN STAI Al-Anwar Unit 4 Sarang Dorong UMKM Desa Logung Tingkatkan Nilai Hasil Panen

Bagikan

Potensi jagung yang melimpah di Desa Logung, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang, selama ini masih banyak dipasarkan sebagai bahan mentah. Padahal, komoditas tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi berbagai produk olahan bernilai ekonomi lebih tinggi. Berangkat dari potensi tersebut, KKN PAR Unit 04 STAI Al-Anwar Sarang Rembang bersama pengurus UMKM Agro Buana Logung menggelar kegiatan Sosialisasi Potensi Desa bertema “Eko-Efisiensi UMKM Desa Logung: Menyelaraskan Profitabilitas Usaha dan Konservasi Sumber Daya Pangan Berkelanjutan”, Jumat (7/8/2026) di Balai Desa Logung.

Kegiatan yang diikuti oleh 49 peserta ini menghadirkan narasumber dari Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (DindagkopUKM) Kabupaten Rembang. Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat agar mampu mengembangkan potensi pertanian lokal melalui inovasi produk, penguatan kelembagaan, pemasaran, dan legalitas usaha.

Kepala Desa Logung, Sukoco, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKN STAI Al-Anwar Sarang dan dukungan DindagkopUKM Rembang dalam merintis pengolahan jagung menjadi produk bernilai tambah. Menurutnya, gagasan tersebut dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat apabila dikembangkan secara serius dan berkelanjutan.

“Harapannya, pengolahan jagung ini dapat memberikan manfaat dan menambah pendapatan yang barokah terhadap masyarakat Desa Logung,” ujarnya.

Perwakilan KKN PAR Unit 04 STAI Al-Anwar Sarang, Fida Imania, menjelaskan bahwa gagasan pengolahan jagung berangkat dari hasil pendataan dan pemetaan potensi desa. Jagung menjadi salah satu komoditas pertanian yang cukup melimpah di Desa Logung, tetapi sebagian besar hasil panen masih dijual dalam bentuk mentah. Karena itu, mahasiswa KKN bersama masyarakat mencoba merintis pengolahan jagung menjadi tepung maizena sebagai salah satu alternatif untuk meningkatan nilai jual hasil pertanian.

“Pengolahan tepung jagung ini kami harapkan dapat menjadi titik awal. Ke depannya, potensi jagung Desa Logung bisa dikembangkan menjadi berbagai inovasi produk lainnya,” ujar Fida Imania.

Gagasan tersebut diwujudkan melalui kolaborasi antara UMKM Agro Buana, Karang Taruna, dan ibu-ibu PKK Desa Logung. Perwakilan UMKM Agro Buana, Erwin Tri Wiranto dalam sambutannya menyampaikan bahwa produk tepung maizena yang sedang dirintis merupakan hasil kerja bersama dari berbagai unsur masyarakat desa.

Dalam pemaparan materinya, Ahmad Widodo dari DindagkopUKM Rembang menekankan pentingnya inovasi dalam mengembangkan usaha. Menurutnya, hasil pertanian seperti jagung tidak hanya dapat dijual sebagai bahan mentah, tetapi juga dapat diolah menjadi berbagai produk turunan, seperti tepung, marning, popcorn, dan keripik.

Selain inovasi produk, peserta juga memperoleh materi mengenai penguatan kelembagaan usaha melalui kelompok atau koperasi, strategi pemasaran, segmentasi pasar, dan pentingnya kemasan produk. Pelaku UMKM juga didorong untuk melengkapi legalitas usaha, mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB), perizinan produk pangan, hingga sertifikasi halal sesuai kebutuhan usaha. Sesi diskusi berlangsung aktif dengan membahas pengurusan izin usaha, pemasaran, peluang kerja sama, serta teknis pengolahan jagung menjadi tepung. Diskusi juga menyoroti pentingnya keberlanjutan program setelah mahasiswa KKN menyelesaikan masa pengabdiannya.

Pemerintah Desa Logung menyatakan kesiapan untuk mendukung pengembangan UMKM berbasis jagung apabila dikelola secara serius. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat peran UMKM, Karang Taruna, PKK, dan masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal secara mandiri. Melalui kegiatan ini, pengolahan jagung menjadi tepung maizena diharapkan tidak berhenti sebagai program sementara, tetapi menjadi langkah awal pengembangan UMKM berbasis potensi desa. Dengan inovasi produk, penguatan usaha, pemasaran, dan legalitas, jagung Desa Logung diharapkan memiliki nilai tambah yang lebih besar serta mampu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.