Silabus Mata Kuliah
Fikih Kebangsaan
PMH201 · Semester 4 · 2 SKS
Identitas Mata Kuliah
| Nama Mata Kuliah | Fikih Kebangsaan |
|---|---|
| Kode Mata Kuliah | PMH201 |
| Program Studi | Perbandingan Mazhab |
| Kurikulum | 2025 |
| Semester | 4 |
| Beban Studi | 2 SKS |
| Status | Pilihan |
| Kategori | Prodi |
| Nilai Minimum | C |
| Prasyarat | Tidak ada |
| Dosen Pengampu | Fakih Abdul Azis Lc.,MA |
| Bahasa Pengantar | Bahasa Indonesia |
Matriks CPL–Mata Kuliah
CPL yang dibebankan pada mata kuliah ini berdasarkan Matriks CPL–MK Program Studi Perbandingan Mazhab Kurikulum 2025.
| No. | Kode CPL | Ranah | Deskripsi CPL | Keterkaitan |
|---|---|---|---|---|
| 1 | S3 | Sikap | Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat berdasarkan Pancasila | Terpetakan |
| 2 | S4 | Sikap | Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air | Terpetakan |
| 3 | P4 | Pengetahuan | Menguasai sejarah perkembangan hukum Islam dan dinamika pemikiran mazhab-mazhab fikih | Terpetakan |
Deskripsi dan Tujuan
Deskripsi Mata Kuliah
Mahasiswa mampu memahami konsep dasar fikih kebangsaan, termasuk hubungan antara Islam dan negara, serta prinsip multikulturalisme dalam konteks Indonesia. Selain itu, mahasiswa dapat menganalisis peran hukum Islam dalam sistem hukum nasional, konsep demokrasi dalam Islam, serta strategi menghadapi tantangan kebangsaan seperti radikalisme dan intoleransi, dengan menekankan nilai-nilai keadilan, persatuan, dan kesejahteraan dalam bingkai NKRI.
CPMK dan Sub-CPMK
- Mahasiswa mampu menjelaskan konsep warga negara, negara, dan hubungan keduanya dalam perspektif fikih Islam.
- Mahasiswa mampu memahami konsep imamah/kepemimpinan serta mekanisme pengangkatan pemimpin menurut pandangan ulama dan mazhab.
- Mahasiswa mampu menganalisis otoritas negara dalam bidang ibadah, penerimaan negara, dan peradilan berdasarkan prinsip-prinsip fikih siyasah.
- Mahasiswa mampu menjelaskan hubungan antara demokrasi dan Islam serta berbagai pandangan ulama terhadap sistem demokrasi modern.
- Mahasiswa mampu memahami konsep moderasi beragama serta tantangan radikalisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
- Mahasiswa mampu membandingkan pandangan mazhab terkait isu-isu kebangsaan dan ketatanegaraan secara objektif dan argumentatif.
- Mahasiswa mampu merumuskan solusi keislaman yang moderat, kontekstual, dan sesuai nilai kebangsaan terhadap persoalan masyarakat kontemporer.
- Mahasiswa mampu menunjukkan sikap toleran, cinta tanah air, dan bertanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Course Content / Materi Ajar
Materi diambil dari bagian Bahan Kajian/Materi Pembelajaran dalam RPS. Rincian Sub-CPMK, metode, aktivitas mahasiswa, dan penilaian setiap minggu dapat dilihat pada dokumen RPS yang tersedia untuk diunduh.
| Minggu Pertemuan | Bahan Kajian/Materi Pembelajaran |
|---|---|
| 1 | Kontrak BelajarnPenjelasan Rps |
| 2 | Definisi Warga Negara,nHak dan kewajiban warga negara dalam Islam,nTanggung jawab warga negara Muslim terhadap negara,nPandangan Islam tentang ketaatan kepada pemerintah yang sah |
| 3 | Definisi Negara / Dar,nSyarat-syarat Negara,nMacam-macam Negara dalam Islam |
| 4 | Definisi Negara / Dar,nSyarat-syarat Negara,nMacam-macam Negara dalam Islam |
| 5 | Kewajiban mengangkat kepemimpinan ,nSyarat-syarat Pemilih,nSyarat2 kelompok Imamah,nTugas2 Imam / Khalifah,nKondisi diperbolehkannya Khalifah mundur dari Imamah (kepemimpinan)nya) |
| 6 | Kewajiban mengangkat kepemimpinan ,nSyarat-syarat Pemilih,nSyarat2 kelompok Imamah,nTugas2 Imam / Khalifah,nKondisi diperbolehkannya Khalifah mundur dari Imamah (kepemimpinan)nya) |
| 7 | Definisi Menteri,nHak dan Kewajiban Wazir Tafwidhi,nHak dan Kewajiban Wazir Tanfidhi,nKontekstualisasi Pengangkatan Menteri di Indonesia |
| 8 | Pengangkatan Imam Shalat ( Shalat Lima waktu Masjid Negara,Shalat Sunnah Id-Istisqa- Khusuf) ,nPengangkatan Amil Zakat ( Pengambilan Zakat, Pendistribusian Zakat) ,nPenyelenggaraan Haji |
| 9 | Pengangkatan Imam Shalat ( Shalat Lima waktu Masjid Negara,Shalat Sunnah Id-Istisqa- Khusuf) ,nPengangkatan Amil Zakat ( Pengambilan Zakat, Pendistribusian Zakat) ,nPenyelenggaraan Haji |
| 10 | Definisi Jizyah,nSyarat-syarat penentuan Jizyah,nPersamaan - perbedaan Jizyah dan Pajak, |
| 11 | Definisi Kharraj,nSejarah KharajnPetugas Kharaj,nSistem Ukuran Kharaj |
| 12 | Teknis Pengangkatan Hakim,nRuang Lingkup Kekuasaan Hakimn, Mengangkat Hakim berbeda Mazhab,nHadiah untuk seorang Hakim |
| 13 | Prinsip syura ,nPerbandingan Syuro dengan Demokrasi,nPartisipasi umat Islam dalam sistem demokrasi Indonesia |
| 14 | Definisi WasatiyahnKonsep wasathiyyah dalam IslamnStrategi menangkal radikalisme dalam kehidupan berbangsa |
Penilaian
| Komponen | Jumlah | Bobot | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Tugas Mandiri | 20% | ||
| Tugas Terstruktur | 15% | ||
| UTS | 20% | ||
| UAS | 45% |
Referensi
- Mahad Aly Lirboyo, Kritik Ideologi Radikal, Kediri, Lirboyo Press.
- Imam al-Mawardi, Al-Ahkam al-Sulthaniyyah, Beirut, Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
- Miftakhul Arif, Fikih Kebangsaan KH A. Wahab Chasbullah: Dari Nalar Ushul Fikih Menuju Kemerdekaan dan Persatuan Indonesia, Yogyakarta, LKiS.
- Tim Bahtsul Masail HIMASAL, Fikih Kebangsaan: Merajut Kebersamaan di Tengah Kebhinekaan, Kediri, Lirboyo Press.
- M. Sholihudin, Konstruksi Fikih Kebangsaan Nahdlatul Ulama, Malang, Intelegensia Media.
- Syaikhul Islam Ali, Kaidah Fikih Politik: Pergulatan Pemikiran Politik Kebangsaan Ulama, Jakarta, Pustaka Alvabet.
- Bahtsul Masail HIMASAL, Fikih Kebangsaan 2: Menebar Kerahmatan Islam, Kediri, Lirboyo Press.
- Ibn Taimiyah, Al-Siyasah al-Syar‘iyyah fi Ishlah al-Ra‘i wa al-Ra‘iyyah, Beirut, Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
- Imam al-Juwaini, Ghiyats al-Umam fi Iltiyats al-Zhulam, Beirut, Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
- Imam al-Ghazali, Al-Iqtishad fi al-I‘tiqad, Beirut, Dar al-Minhaj.
- Ibn Khaldun, Al-Muqaddimah, Beirut, Dar al-Fikr.
- Imam al-Qarafi, Al-Furuq, Beirut, ‘Alam al-Kutub.
- Imam al-Syathibi, Al-Muwafaqat fi Ushul al-Syari‘ah, Beirut, Dar al-Ma‘rifah.
- Imam al-Nawawi, Raudhat al-Thalibin, Beirut, Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
- Imam al-Syafi‘i, Al-Umm, Beirut, Dar al-Ma‘rifah.
- Yusuf al-Qaradawi, Min Fiqh al-Daulah fi al-Islam, Kairo, Dar al-Syuruq.
- Wahbah al-Zuhaili, Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh, Damaskus, Dar al-Fikr.
- Abd al-Wahhab Khallaf, Al-Siyasah al-Syar‘iyyah, Kairo, Dar al-Qalam.
