Silabus Mata Kuliah
Istinbath Al-Ayat Al-Ahkam
PMH119 · Semester 3 · 2 SKS
Identitas Mata Kuliah
| Nama Mata Kuliah | Istinbath Al-Ayat Al-Ahkam |
|---|---|
| Kode Mata Kuliah | PMH119 |
| Program Studi | Perbandingan Mazhab |
| Kurikulum | 2025 |
| Semester | 3 |
| Beban Studi | 2 SKS |
| Status | Wajib |
| Kategori | Prodi |
| Nilai Minimum | C |
| Prasyarat | Tidak ada |
| Dosen Pengampu | Fakih Abdul Azis Lc., MA. |
| Bahasa Pengantar | Bahasa Indonesia |
Matriks CPL–Mata Kuliah
CPL yang dibebankan pada mata kuliah ini berdasarkan Matriks CPL–MK Program Studi Perbandingan Mazhab Kurikulum 2025.
| No. | Kode CPL | Ranah | Deskripsi CPL | Keterkaitan |
|---|---|---|---|---|
| 1 | P2 | Pengetahuan | Menguasai prinsip-prinsip ushul fikih dan qawaid fikih sebagai landasan istinbath hukum | Terpetakan |
| 2 | KK2 | Keterampilan Khusus | Mampu melakukan istinbath hukum berdasarkan dalil syar'i dengan kaidah ushul fikih komparatif | Terpetakan |
| 3 | KK4 | Keterampilan Khusus | Mampu membaca dan menganalisis teks kitab kuning (turats) dari berbagai mazhab fikih | Terpetakan |
Deskripsi dan Tujuan
Deskripsi Mata Kuliah
Mata kuliah Istinbath Ayat Ahkam dalam program studi Perbandingan Mazhab membahas metode penarikan hukum (istinbath) dari ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan syariat Islam. Mahasiswa akan mempelajari cara ulama dari berbagai mazhab menginterpretasikan dan menerapkan ayat-ayat hukum dalam konteks yang berbeda, serta memahami perbedaan metodologi antara mazhab-mazhab dalam menafsirkan ayat-ayat tersebut. Mata kuliah ini juga mengajarkan prinsip-prinsip dasar dalam menafsirkan ayat ahkam untuk menghasilkan keputusan hukum yang tepat sesuai dengan tradisi keilmuan Islam.
CPMK dan Sub-CPMK
- Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar, ruang lingkup, dan urgensi istinbath hadis ahkam dalam kajian hukum Islam.
- Mahasiswa mampu memahami hubungan ayat-ayat ahkam dan hadis ahkam sebagai sumber penetapan hukum Islam.
- Mahasiswa mampu menjelaskan tujuan syariah (maqashid al-syari‘ah), konsep ta‘abbud dan ma‘qul al-ma‘na dalam proses istinbath hukum.
- Mahasiswa mampu menganalisis kaidah kebahasaan dalam nash syar‘i, meliputi ibarat al-nas, isyarat al-nas, dalalah al-nas, dan iqtidha’ al-nas.
- Mahasiswa mampu memahami konsep mantuq, mafhum muwafaqah, dan mafhum mukhalafah dalam ayat maupun hadis ahkam.
- Mahasiswa mampu menerapkan metode istinbath terhadap ayat dan hadis ahkam dalam kasus-kasus hukum sederhana.
- Mahasiswa mampu membandingkan pandangan ulama dan mazhab dalam memahami dalil-dalil hukum.
- Mahasiswa mampu menyusun argumentasi hukum secara logis, sistematis, dan bertanggung jawab berdasarkan metode istinbath yang benar.
Course Content / Materi Ajar
Materi diambil dari bagian Bahan Kajian/Materi Pembelajaran dalam RPS. Rincian Sub-CPMK, metode, aktivitas mahasiswa, dan penilaian setiap minggu dapat dilihat pada dokumen RPS yang tersedia untuk diunduh.
| Minggu Pertemuan | Bahan Kajian/Materi Pembelajaran |
|---|---|
| 1 | a. Kontrak perkuliahannb. RPSnc. RTM |
| 2 | Mahasiswa mampu menjelaskann1.Pengertian Istinbath,n2.metode-metode Istinbath,n3. Metode Istinbath Imam Syafiin4.Hukum-Hakim- mahkum bih dan mahkum alaih |
| 3 | Mahasiswa mampu menjelaskann1. Pengertian Ayat –ayat Ahkam,n2. Macam-macam Ayat ahkamn3. Jumlah Ayat Ahkamn4.Teks Qat’I Dalalah dan Teks Dhanni Tsubut |
| 4 | Mahasiswa mampu menjelaskann1. Pengertian Syariatn2. Tujuan Allah Membuat Syariatn3. Tujuan Syariat : Kontrol Hawa Nafsun4. Demi Kemashlahatan Manusia : Dunia dan Akhirat |
| 5 | Mahasiswa mampu menjelaskann1. Pengertian Ta’abbudn2. Pengertian Ma’qul al-Ma’nan3. Contoh-contohnya dalam hukum |
| 6 | Mahasiswa mampu menjelaskann1. Pengertian Ibarat al-Nasn2. Bentuk-bentukn3. contoh-contohnya |
| 7 | Mahasiswa mampu menjelaskann1. Pengertian Isyarat al-Nasn2. Bentuk-bentukn3. contoh-contohnya |
| 8 | Mahasiswa mampu menjelaskan :n1. Pengertian,n2. Bentuk-bentukn3. contoh-contohnya |
| 9 | Mahasiswa mampu menjelaskann1. Pengertian,n2. Bentuk-bentukn3. contoh-contohnya |
| 10 | Mahasiswa mampu menjelaskann1. Orang berbicara dalam shalat dalam keadaan lupa atau salah,n2. Orang berpuasa makan karena lupa atau lupan3. Wajibnya niat dalam wudhu atau mandi) |
| 11 | Mahasiswa mampu menjelaskann1. Pengertian,n2. Bentuk-bentukn3. contoh-contohnya |
| 12 | Mahasiswa mampu menjelaskann1. Pengertian,n2. Bentuk-bentukn3. contoh-contohnya |
| 13 | Mahasiswa mampu menjelaskann1. Pengertian,n2. Bentuk-bentukn3. contoh-contohnya |
| 14 | Mahasiswa mampu menjelaskann1. Menikahi budak saat tidak punya biaya untuk menikahi wanita merdeka , 2. Kewajiban memberi nafkah bagi orang yang sudah talak bain ) |
Penilaian
| Komponen | Jumlah | Bobot | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Tugas Mandiri | 20% | ||
| Tugas Terstruktur | 15% | ||
| UTS | 20% | ||
| UAS | 45% |
Referensi
- Wahbah al-Zuhaili, Ushul al-Fiqh al-Islamy, Damaskus, Dar al-Fikr.
- Jalaluddin al-Suyuthi, Al-Itqan fi ‘Ulum al-Qur’an, Beirut, Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
- Syamsul Bahri, Metodologi Hukum Islam, Yogyakarta, Teras.
- Mustafa Sa‘id Khan, Atsar al-Ikhtilaf fi al-Qawa‘id al-Ushuliyah, Riyadh, Dar al-Tadmuriyyah.
- Qahtan Abdurrahman al-Douri, Manahij al-Fuqaha’ fi Istinbath al-Ahkam wa Asbab Ikhtilafihim, Baghdad, Matba‘ah al-Irsyad.
- A. Khisni, Epistemologi Hukum Islam, Semarang, Unissula Press.
- Wahbah al-Zuhaili, Ushul al-Fiqh al-Islami, Damaskus, Dar al-Fikr.
- Wahbah al-Zuhaili, Al-Tafsir al-Munir fi al-‘Aqidah wa al-Syari‘ah wa al-Manhaj, Damaskus, Dar al-Fikr.
- Muhammad ‘Ali al-Shabuni, Rawa’i al-Bayan fi Tafsir Ayat al-Ahkam min al-Qur’an, Beirut, Dar al-Fikr.
- Muhammad Abu Zahrah, Ushul al-Fiqh, Kairo, Dar al-Fikr al-‘Arabi.
- Abdul Karim Zaydan, Al-Wajiz fi Ushul al-Fiqh, Beirut, Mu’assasah al-Risalah.
- Mustafa Ahmad al-Zarqa’, Al-Madkhal al-Fiqhi al-‘Am, Damaskus, Dar al-Qalam.
