Silabus Mata Kuliah

Asbab Al-Ikhtilaf Al-Madzahib

PMH115 · Semester 3 · 2 SKS

Identitas Mata Kuliah

Nama Mata KuliahAsbab Al-Ikhtilaf Al-Madzahib
Kode Mata KuliahPMH115
Program StudiPerbandingan Mazhab
Kurikulum2025
Semester3
Beban Studi2 SKS
StatusWajib
KategoriProdi
Nilai MinimumC
PrasyaratTidak ada
Dosen PengampuAhmad Nadlif Lc.ME
Bahasa PengantarBahasa Indonesia

Matriks CPL–Mata Kuliah

CPL yang dibebankan pada mata kuliah ini berdasarkan Matriks CPL–MK Program Studi Perbandingan Mazhab Kurikulum 2025.

No.Kode CPLRanahDeskripsi CPLKeterkaitan
1P1PengetahuanMenguasai konsep teoritis, prinsip, dan metodologi ilmu fikih klasik dari berbagai mazhabTerpetakan
2P2PengetahuanMenguasai prinsip-prinsip ushul fikih dan qawaid fikih sebagai landasan istinbath hukumTerpetakan
3KK1Keterampilan KhususMampu menganalisis permasalahan hukum Islam dengan pendekatan perbandingan mazhabTerpetakan

Deskripsi dan Tujuan

Deskripsi Mata Kuliah

. Mata kuliah Asbab Ikhtilaf al-Madzahib merupakan mata kuliah yang membahas sebab-sebab terjadinya perbedaan pendapat di kalangan ulama dan mazhab fikih Islam. Perkuliahan mencakup aspek historis, metodologis, linguistik, dan ushuliyah yang melatarbelakangi lahirnya ikhtilaf dalam hukum Islam, seperti perbedaan pemahaman bahasa Arab, penggunaan hadis, metode qiyas, serta perbedaan dalam penggunaan sumber-sumber hukum yang diperselisihkan. Selain itu, mata kuliah ini juga mengkaji implementasi ikhtilaf dalam persoalan ibadah, muamalah, dan isu-isu kontemporer. Melalui mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu memahami dinamika perbedaan pendapat secara ilmiah, toleran, kritis, dan argumentatif serta mampu menganalisis akar metodologis dari perbedaan hukum antarmazhab dalam tradisi fikih Islam.

CPMK dan Sub-CPMK

  1. Mahasiswa mampu memahami konsep dasar ikhtilaf mazhab, perbedaan antara ikhtilaf dan iftiraq, serta adab dalam menyikapi perbedaan pendapat ulama.
  2. Mahasiswa mampu memahami sejarah munculnya ikhtilaf di kalangan sahabat, tabi‘in, dan perkembangan madrasah fikih Islam.
  3. Mahasiswa mampu memahami proses terbentuk dan terkodifikasinya mazhab-mazhab fikih dalam sejarah hukum Islam.
  4. Mahasiswa mampu menganalisis faktor kebahasaan sebagai penyebab ikhtilaf mazhab, seperti isytirak lafzhi dan perbedaan makna bahasa.
  5. Mahasiswa mampu memahami pengaruh hakikat, majaz, dan dilalah al-amr terhadap perbedaan istinbath hukum.
  6. Mahasiswa mampu memahami perbedaan ulama dalam menilai dan menggunakan hadis sebagai sumber hukum.
  7. Mahasiswa mampu menganalisis pengaruh hadis ahad, qiyas, dan ‘amal ahl al-Madinah dalam munculnya ikhtilaf mazhab.
  8. Mahasiswa mampu memahami perbedaan metode qiyas dan penentuan ‘illat hukum dalam mazhab fikih.
  9. Mahasiswa mampu memahami penggunaan mashadir al-ahkam al-mukhtalaf fiha seperti istihsan, mashlahah mursalah, dan sadd al-dzari‘ah dalam mazhab fikih.
  10. Mahasiswa mampu memahami metode penyelesaian pertentangan dalil melalui al-jam‘u, naskh, dan tarjih.
  11. Mahasiswa mampu menganalisis implementasi ikhtilaf mazhab dalam persoalan ibadah mahdhah.
  12. Mahasiswa mampu menganalisis implementasi ikhtilaf mazhab dalam persoalan muamalah dan jinayat.
  13. Mahasiswa mampu memahami penerapan prinsip ikhtilaf mazhab dalam menjawab persoalan kontemporer di era digital berdasarkan maqashid al-syari‘ah.
  14. Mahasiswa mampu menerapkan metode takhrij al-furu‘ ‘ala al-ushul dalam menganalisis dan menjelaskan perbedaan hukum antarmazhab secara argumentatif dan sistematis.

Course Content / Materi Ajar

Materi diambil dari bagian Bahan Kajian/Materi Pembelajaran dalam RPS. Rincian Sub-CPMK, metode, aktivitas mahasiswa, dan penilaian setiap minggu dapat dilihat pada dokumen RPS yang tersedia untuk diunduh.

Minggu PertemuanBahan Kajian/Materi Pembelajaran
1 Penjelasan kontrak kuliah dan mata kuliah
2 Mahasiswa mampu memahami konsep ikhtilaf, iftiraq, dan adab al-ikhtilaf
3 Mahasiswa mampu memahami sejarah munculnya ikhtilaf pada masa sahabat dan tabi‘in
4 Mahasiswa mampu memahami proses terbentuk dan kodifikasi mazhab fikih
5 Mahasiswa mampu memahami pengaruh isytirak lafzhi terhadap ikhtilaf hukum
6 Mahasiswa mampu memahami pengaruh hakikat, majaz, dan dilalah al-amr dalam istinbath hukum
7 Mahasiswa mampu memahami perbedaan ulama dalam penggunaan hadis
8 Mahasiswa mampu memahami pengaruh hadis ahad, qiyas, dan ‘amal ahl al-Madinah dalam ikhtilaf mazhab
9 Mahasiswa mampu memahami perbedaan penentuan qiyas dan ‘illat hukum
10 Mahasiswa mampu memahami penggunaan istihsan, mashlahah mursalah, dan sadd al-dzari‘ah
11 Mahasiswa mampu memahami konsep ta‘arudh al-adillah dan metode penyelesaiannya
12 Mahasiswa mampu menganalisis implementasi ikhtilaf dalam ibadah mahdhah
13 Mahasiswa mampu menganalisis implementasi ikhtilaf dalam muamalah dan jinayat
14 Mahasiswa mampu memahami penerapan ikhtilaf mazhab dalam persoalan kontemporer

Penilaian

KomponenJumlahBobotKeterangan
Tugas Mandiri20%
Tugas Terstruktur15%
UTS20%
UAS45%

Referensi

  1. Muhammad Abu Zahrah, Tarikh al-Madzahib al-Islamiyyah, Kairo: Dar al-Fikr al-‘Arabi, 2005.
  2. Ali al-Khafif, Asbab Ikhtilaf al-Fuqaha’, Kairo: Dar al-Fikr al-‘Arabi, 1996.
  3. Muhammad Saydi, Asbab Ikhtilaf al-Fuqaha’ fi al-Ahkam al-Syar‘iyyah, Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2001.
  4. Abd al-Wahhab Khallaf, ‘Ilm Ushul al-Fiqh, Kairo: Dar al-Qalam, 1978.
  5. Wahbah al-Zuhaili, Ushul al-Fiqh al-Islami, Damaskus: Dar al-Fikr, 1986.
  6. Muhammad al-Khudhari Bik, Tarikh al-Tasyri‘ al-Islami, Beirut: Dar al-Fikr, 2004.
  7. Al-Syathibi, al-Muwafaqat fi Ushul al-Syari‘ah, Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2004.
  8. Ibn Rusyd, Bidayah al-Mujtahid wa Nihayah al-Muqtashid, Kairo: Dar al-Hadith, 2004.
  9. Tajuddin al-Subki, Jam‘ al-Jawami‘ fi Ushul al-Fiqh, Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2003.
  10. Abu Ishaq al-Syirazi, al-Luma‘ fi Ushul al-Fiqh, Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2003.
  11. Fakhruddin al-Razi, al-Mahshul fi ‘Ilm Ushul al-Fiqh, Beirut: Muassasah al-Risalah, 1992.
  12. Badruddin al-Zarkasyi, al-Bahr al-Muhith fi Ushul al-Fiqh, Kuwait: Wizarah al-Awqaf wa al-Syu’un al-Islamiyyah, 1992.
  13. Ibn al-Qayyim al-Jauziyyah, I‘lam al-Muwaqqi‘in ‘an Rabb al-‘Alamin, Beirut: Dar al-Jil, 1973.
  14. Al-Qarafi, al-Furuq, Beirut: ‘Alam al-Kutub, 1998.
  15. Al-Syaukani, Irsyad al-Fuhul ila Tahqiq al-Haqq min ‘Ilm al-Ushul, Beirut: Dar al-Kitab al-‘Arabi, 1999.
  16. Musthafa Sa‘id al-Khin, Atsar al-Ikhtilaf fi al-Qawa‘id al-Ushuliyyah fi Ikhtilaf al-Fuqaha’, Beirut: Muassasah al-Risalah, 1998
  17. Muhammad al-Ruki, Nazhariyyah al-Taq‘id al-Fiqhi wa Atsaruha fi Ikhtilaf al-Fuqaha’, Casablanca: Mathba‘ah al-Najah al-Jadidah, 1994.
  18. Abd al-Majid Muhammad al-Susuwah, Manhaj al-Taufiq wa al-Tarjih baina Mukhtalif al-Hadits wa Atsaruhu fi al-Fiqh al-Islami, Beirut: Dar Ibn Hazm, 2000.
  19. Yusuf al-Qaradlawi, al-Ijtihad fi al-Syari‘ah al-Islamiyyah, Kairo: Dar al-Qalam, 1996.
  20. Thaha Jabir al-‘Alwani, Adab al-Ikhtilaf fi al-Islam, Kairo: al-Ma‘had al-‘Alami li al-Fikr al-Islami, 1993.
  21. Nuruddin ‘Itr, Manhaj al-Naqd fi ‘Ulum al-Hadits, Damaskus: Dar al-Fikr, 1997.
  22. Musthafa al-Zarqa’, al-Madkhal al-Fiqhi al-‘Am, Damaskus: Dar al-Qalam, 2004.
  23. Muhammad Sa‘id Ramadhan al-Buthi, Dhawabith al-Mashlahah fi al-Syari‘ah al-Islamiyyah, Beirut: Muassasah al-Risalah, 2001