Mahasiswi Prodi Perbandingan Mazhab STAI Al-Anwar Selesaikan Magang Mandiri di KUA Nanggung Bogor

Bagikan

Sarang, Rembang – Komitmen STAI Al-Anwar dalam mendorong pembelajaran berbasis praktik kembali diwujudkan melalui kegiatan magang mandiri yang dilaksanakan oleh mahasiswi Program Studi Perbandingan Mazhab, Siti Nur Khodijah (NIM 2024030192934). Selama satu bulan, mulai 6 Juli hingga 6 Agustus 2026, Siti menjalankan magang di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dalam kegiatan tersebut, Siti memperoleh pengalaman langsung mengenai tata kelola administrasi pernikahan, pemeriksaan berkas calon pengantin, penggunaan Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH), digitalisasi arsip, pelayanan masyarakat, hingga pendampingan berbagai aktivitas pembinaan keluarga dan penyelenggaraan layanan keagamaan di lingkungan KUA. Selain itu, ia juga terlibat dalam proses pencatatan nikah, dokumentasi kegiatan, bimbingan calon pengantin, pengukuran arah kiblat, serta penanganan administrasi terkait isbat nikah dan duplikasi buku nikah.

Ketua Program Studi Perbandingan Mazhab STAI Al-Anwar, Fakih Abdul Azis, Lc., M.A., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif dan kesungguhan mahasiswa dalam mengikuti magang di instansi yang sangat relevan dengan bidang keilmuan yang dipelajari.

“Saya memberikan dukungan dan apresiasi penuh kepada Siti Nur Khodijah atas pelaksanaan magang mandiri ini. Pengalaman di Kantor Urusan Agama merupakan media pembelajaran yang sangat penting bagi mahasiswa Perbandingan Mazhab karena mereka dapat mempraktikkan secara langsung ilmu fikih yang dipelajari di bangku kuliah, khususnya praktik pernikahan berdasarkan fikih Mazhab Syafi’i yang menjadi salah satu rujukan utama dalam penyelenggaraan layanan nikah di Indonesia. Pembelajaran tidak berhenti pada aspek teoritis, tetapi juga menyentuh dimensi implementasi hukum Islam dalam pelayanan publik.”

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa Program Studi Perbandingan Mazhab terus mendorong mahasiswa untuk memperkuat kompetensi akademik melalui pengalaman lapangan sehingga mampu memahami hubungan antara kajian mazhab, regulasi negara, serta kebutuhan masyarakat secara nyata.

Kegiatan magang ini juga menunjukkan bahwa lulusan Perbandingan Mazhab tidak hanya dibekali kemampuan memahami perbedaan pendapat ulama, tetapi juga mampu mengimplementasikan hasil kajian tersebut dalam praktik pelayanan hukum keluarga Islam, administrasi perkawinan, serta penyelesaian berbagai persoalan fikih kontemporer di tengah masyarakat.

Melalui program magang mandiri ini, STAI Al-Anwar berharap semakin banyak mahasiswa yang memperoleh pengalaman profesional sejak dini sehingga memiliki kompetensi akademik, keterampilan praktis, serta kesiapan memasuki dunia kerja, khususnya pada lembaga-lembaga keagamaan dan pelayanan publik yang berkaitan dengan hukum Islam.