Silabus Mata Kuliah
Ushul Fikih II
PMH101 · Semester 3 · 2 SKS
Identitas Mata Kuliah
| Nama Mata Kuliah | Ushul Fikih II |
|---|---|
| Kode Mata Kuliah | PMH101 |
| Program Studi | Perbandingan Mazhab |
| Kurikulum | 2025 |
| Semester | 3 |
| Beban Studi | 2 SKS |
| Status | Wajib |
| Kategori | Prodi |
| Nilai Minimum | C |
| Prasyarat | Tidak ada |
| Dosen Pengampu | Ahmad Maimun Lc.,ME |
| Bahasa Pengantar | Bahasa Indonesia |
Matriks CPL–Mata Kuliah
CPL yang dibebankan pada mata kuliah ini berdasarkan Matriks CPL–MK Program Studi Perbandingan Mazhab Kurikulum 2025.
| No. | Kode CPL | Ranah | Deskripsi CPL | Keterkaitan |
|---|---|---|---|---|
| 1 | P2 | Pengetahuan | Menguasai prinsip-prinsip ushul fikih dan qawaid fikih sebagai landasan istinbath hukum | Terpetakan |
| 2 | KK2 | Keterampilan Khusus | Mampu melakukan istinbath hukum berdasarkan dalil syar'i dengan kaidah ushul fikih komparatif | Terpetakan |
Deskripsi dan Tujuan
Deskripsi Mata Kuliah
. Mata kuliah Ushul Fikih 2 merupakan mata kuliah lanjutan yang membahas kaidah-kaidah ushul fikih tingkat menengah sebagai metode dalam memahami dan menggali hukum Islam secara komparatif. Materi perkuliahan meliputi kaidah amar dan nahi, ‘am dan khas, mutlak dan muqayyad, mujmal dan mubayyan, mantuq dan mafhum, nasakh, ta‘arudh al-adillah, ijtihad, tarjih, serta maqashid al-syari‘ah. Perkuliahan juga menekankan kemampuan membaca dan menganalisis kitab-kitab ushul fikih klasik (turats) sebagai landasan dalam memahami metode istinbath hukum para ulama. Melalui mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu memahami prinsip-prinsip lanjutan ushul fikih serta menerapkannya dalam menganalisis persoalan hukum Islam secara kritis, sistematis, dan argumentatif.
CPMK dan Sub-CPMK
- Mahasiswa mampu memahami konsep lanjutan ushul fikih sebagai metode istinbath hukum Islam secara komparatif.
- Mahasiswa mampu memahami dan menganalisis kaidah amar dan nahi dalam penetapan hukum Islam.
- Mahasiswa mampu memahami konsep umum dan khusus (‘am dan khas) serta penerapannya dalam istinbath hukum.
- Mahasiswa mampu memahami konsep mutlak dan muqayyad serta pengaruhnya dalam penetapan hukum.
- Mahasiswa mampu memahami konsep mujmal, mubayyan, zahir, dan mu’awwal dalam kajian ushul fikih.
- Mahasiswa mampu memahami teori mantuq dan mafhum serta penerapannya dalam penggalian hukum Islam.
- Mahasiswa mampu memahami konsep nasakh dalam hukum Islam beserta implikasinya.
- Mahasiswa mampu memahami ta‘arudh al-adillah dan metode penyelesaiannya.
- Mahasiswa mampu memahami konsep ijtihad dan syarat-syarat mujtahid.
- Mahasiswa mampu memahami konsep taqlid, ittiba‘, dan tarjih dalam tradisi hukum Islam.
- Mahasiswa mampu memahami maqashid al-syari‘ah dalam pengembangan hukum Islam.
- Mahasiswa mampu menganalisis penerapan kaidah ushul fikih dalam persoalan hukum Islam kontemporer.
- Mahasiswa mampu membaca dan memahami teks kitab ushul fikih klasik sebagai sumber kajian hukum Islam.
- Mahasiswa mampu menerapkan metode ushul fikih dalam analisis dan pengambilan hukum secara argumentatif dan komparatif.
Course Content / Materi Ajar
Materi diambil dari bagian Bahan Kajian/Materi Pembelajaran dalam RPS. Rincian Sub-CPMK, metode, aktivitas mahasiswa, dan penilaian setiap minggu dapat dilihat pada dokumen RPS yang tersedia untuk diunduh.
| Minggu Pertemuan | Bahan Kajian/Materi Pembelajaran |
|---|---|
| 1 | Penjelasan kontrak kuliah dan mata kuliah |
| 2 | Mahasiswa mampu memahami konsep lanjutan ushul fikih dan fungsi istinbath hukum |
| 3 | Mahasiswa mampu memahami kaidah amar dalam ushul fikih |
| 4 | Mahasiswa mampu memahami kaidah nahi dalam ushul fikih |
| 5 | Mahasiswa mampu memahami konsep ‘am dan khas |
| 6 | Mahasiswa mampu memahami konsep mutlak dan muqayyad |
| 7 | Mahasiswa mampu memahami konsep mujmal dan mubayyan |
| 8 | Mahasiswa mampu memahami konsep zahir, nash, dan mu’awwal |
| 9 | Mahasiswa mampu memahami konsep mantuq dan mafhum |
| 10 | Mahasiswa mampu memahami konsep nasakh dalam hukum Islam |
| 11 | Mahasiswa mampu memahami ta‘arudh al-adillah dan metode penyelesaiannya |
| 12 | Mahasiswa mampu memahami konsep ijtihad dan syarat mujtahid |
| 13 | Mahasiswa mampu memahami taqlid, ittiba‘, dan tarjih |
| 14 | Mahasiswa mampu memahami maqashid al-syari‘ah |
Penilaian
| Komponen | Jumlah | Bobot | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Tugas Mandiri | 20% | ||
| Tugas Terstruktur | 15% | ||
| UTS | 20% | ||
| UAS | 45% |
Referensi
- Abdul Wahhab Khallaf, ‘Ilm Ushul al-Fiqh, Kairo: Dar al-Qalam, 1978.
- Wahbah al-Zuhaili, Ushul al-Fiqh al-Islami, Damaskus: Dar al-Fikr, 1986.
- Abu Zahrah, Muhammad, Ushul al-Fiqh, Kairo: Dar al-Fikr al-‘Arabi, 1958.
- ‘Abd al-Karim Zaidan, al-Wajiz fi Ushul al-Fiqh, Beirut: Muassasah al-Risalah, 1996.
- Muhammad Abu al-Nur Zuhair, Ushul al-Fiqh, Kairo: al-Azhar University Press, 2003.
- Muhammad al-Khudhari Bik, Ushul al-Fiqh, Beirut: Dar al-Fikr, 2001.
- Tajuddin al-Subki, Jam‘ al-Jawami‘ fi Ushul al-Fiqh, Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2003.
- Imam al-Haramain al-Juwaini, al-Waraqat fi Ushul al-Fiqh, Beirut: Dar Ibn Katsir, 2002.
- Fakhruddin al-Razi, al-Mahshul fi ‘Ilm Ushul al-Fiqh, Beirut: Muassasah al-Risalah, 1992.
- Abu Ishaq al-Syirazi, al-Luma‘ fi Ushul al-Fiqh, Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2003.
- Amir Syarifuddin, Ushul Fiqh Jilid 1, Jakarta: Kencana, 2011.
- Amir Syarifuddin, Ushul Fiqh Jilid 2, Jakarta: Kencana, 2014.
- Satria Effendi, Ushul Fiqh, Jakarta: Kencana, 2005.
- Rachmat Syafe‘i, Ilmu Ushul Fiqih, Bandung: Pustaka Setia, 2015.
- Nasrun Haroen, Ushul Fiqh 1, Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1996.
- Fakih Abdul Azis, “Konstruksi Eco-Fiqh Indonesia: Analisis Fatwa MUI No. 86 Tahun 2023 tentang Perubahan Iklim Perspektif Maqashid al-Syari‘ah,” Jurnal Ilmiah, 2024.
