SEKILAS INFO
: - Thursday, 05-12-2019
  • 3 bulan yang lalu / Pendaftaran Beasiswa Bidikmisi Rekutmen 2019
  • 3 bulan yang lalu / Hibah Penelitan Mahasiswa Raih Total 25 Juta Rupiah
  • 4 bulan yang lalu / PENDAFATARN MAHASISWA BARU 2019 TELAH DITUTUP
STUDIUM GENERAL DENGAN TEMA “TANTANGAN PENDIDIKAN DI ERA INDUSTRI 4.0” BERSAMA MENRISTEKDIKTI

REMBANG- Perkuliahan Umum perdana STAI Al-Anwar di ajaran 2019/2020 diisi Menteri Teknologi Riset dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Menristekdikti) M. Nasir (28/9). Bertempat di halaman kampuis yang disulap menjadi ruangan, perkuliahan umum ini mengangkat tema Tantangan dunia pendidikan di era Industri 4.0.

M. Nasir tidak sendiri. Beliau didampingi Wakil Gubernur Jawa Tengah, H. Taj Yasin, Sekretaris Kopertais X, polisi, TNI, Masyayikh dan mahasiswa. Acara dimulai kala waktu duha setempat. Acara dihadiri oleh sekitar 1000 peserta.

Kedatangan Menteri disambut oleh lagu Indonesia Raya, serta Himne dan Mars STAI Al-Anwar yang dinyanyikan oleh paduan suara mahasiswa (PSM) Ekantika Voice stai Al-Anwar. Acara dibuka oleh Dr. Abdullah Ghofur MA selaku ketua STAI Al-Anwar, yang kemudian dilanjutkan oleh sambutan dari H. Taj Yasin Maimoen, wakil gubernur Jawa Tengah yang juga merupakan wakil sekertaris Yayasan Al-Anwar 3, kemudian yang terakhir kuliah umum oleh Menteri M. Nasir.

Dalam pemaparannya Menristekdikti menyampaikan tantangan yang dihadapi dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0. dimana semua elemen digantikan dengan mesin digital. Seperti ynag dikutip Wikipedia, Industri 4.0 adalah nama tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik. Istilah ini mencakup sistem siber-fisik, internet untuk segala, komputasi awan, dan komputasi kognitif. Industri 4.0 menghasilkan “pabrik cerdas”. Singkatnya, pekerjaan apapun menggunakan mesin digital.

Dalam dunia teknologi semua serba maju. Di berbagai sector, Menristekdikti menjelaskan. Seperti dalam dunia kedokteran, nuklir ternyata dapat mengobati kanker. Dalam sektor perdagangan, juga tak kalah menarik untuk dibahas.

Perang dagang antar negara sudah terjadi mulai 2 tahun lalu. Perang ini tidak dimulai begitu begitu saja. Aktor dalam hal ini antara Amerika-China. Seperti dalam meningkatkan teknologi 4G ke 5G. China mengembangkan 5G. Imbasnya perusahaan-perusahaan besar seperti Alibaba Group, Facebook tergantung pada 5G. karena itu secara perlahan juga mempengaruhi perekonomian Amerika.

Akhirnya Amerika meningkatkan proteksi prosuk China dari 10-25%. Tidak mau kalah, China juga meningkatkan proteksi produk Amerika seperti KFC, Mc Donald, sehingga harga pasaran naik, lalu perusahaan tersebut gulung tikar.

Lembaga penelitian sumber daya Manusia Mckinsey Global Institut memprediksi Indonesia mampu menempati nomer 4 dunia di tahun 2020. Setelah sebelumnya hanya menempati 7 dunia. Secara perlahan, semuanya yang berbentuk fisik, beralih ke non-fisik. Mulai teknologi pendidikan tinggi, market place, pasar online dan kawan-kawannya.

Dalam perjalanannya, jumlah penduduk tidaklah dikatakan sebagai pemenang. Indonesia berada di peringkat 4 dengan 266 juta jiwa, di bawah Amerika, India hampir 1 milyar jiwa, dan di peringkat paling atas China dengan 1,42 milyar jiwa.

Indonesia dapat dikatakan lebih beruntung dalam pendidikannya. Terdapat 4719 instansi pendidikan. Di dalamnya dinaungi Kementrian Agama. Indonesia unggul dari China yang “hanya” memiliki 2824 instansi pendidikan. Jika jumlah penduduk Indonesia 1/5 dari China, artinya Indonesia selangkah lebih maju dalam dunia pendidikan.

Dalam ranking pendidikan papar Menristekdikti, selama menjabat sebagai menteri Indonesia hanya mengirimkan 2 pendidikan tinggi di tingkat 500 ke bawah. Keduanya adalah Universitas Indonesia dan ITB Bandung. Malaysia mengirimkan 6 pendidikan tinggi, adapun Singapura mengirim 3 pendidikan tinggi; Universitas Teknologi Nanyang, National University of Singapore, dan Singapore Management University. Sementara itu, Universitas Diponegoro yang pernah beliau pimpin masuk dalam peringkat 650. “Jika dibandingkan dengan jumlah perguruan tinggi, Indonesia memang lebih unggul dari pada China. Tetapi sangat disayangkan hanya 2 perguruan tinggi Indonesia yang masuk 500 besar dunia, yakni UI di angka 315 dan ITB di angka 400”, keluhnya.

Selanjutnya pemerintah masih menggodok perkuliahan berbasis digital. Ia tak terbatas waktu dan tempat. Seperti dicontohkan semisal STAI Al Anwar menjalin hubungan dengan Maroko. Tidak harus mahasiswa pergi ke Maroko, tetapi lewat handpone atau digital lainnya, istilahnya Baid Al-Ta’lim. Dapat diakses dari gotakan masing-masing santri. Lebih detail, Pendidikan tinggi memasuki industri 4.0, Sistem perkuliahan menggunakan artificial intelligecet. Claud computing, internet of change, admitted reality, dan virtual reality. “Namun hal lain juga perlu dipikirkan. Nuwun sewu, bahaya Pak Yai. Silaturahmi jauh. Hal ini juga masih dipikirkan ke depan.” Papar alumni Pondok Pesantren Ma’had Ulum Syar’i Sarang.

Masih terkait penidikan, Kemenristekdikti masih menggodok peraturan rektor asing dalam pendidikan tinggi di tahun 2016. Kala itu ketika disampaikan di dalam forum, beberapa rektor menyampaikan keberatan. Setelah pemilu kebijakan ini akan digodok lagi.

Yang terbaru, rektor Asia Ciber University Jakarta atau Universitas Asia Ciber; Jang Youn Cho asal Korea Selatan. Universitas Asia Ciber bekerja sama dengan Hankuk University of Foreign Studies Korea. Youn Cho memiliki pengalaman menjadi professor selama 15 tahun dan dinobatkan sebagai profesor terbaik selama sepuluh tahun terakhir di Universitas Nebraska-Lincoln. Maka dari itu batas-batas antar Negara semakin transparan.

Lalu apa yang harus dilakukan mengahadapi fakta-fakta 4.0?

Pertama, mengetahui database, data teknologi, dan ilmu komputer. Anggaran fasilitas komputer 1 milyar di daerah dirasa tidak sulit. Paparnya, sambil menengok Gus Yasin dan Babah. Kedua, mengembangkan teknologi informasi. Ketiga, Human Literation. Manusia harus dikawal betul dalam teknologi. Secanggih apa pun teknologinya, jika manusianya tidak dapat mengendalikannya, maka akan celaka. Seperti dalam hadist bagaimapaun ilmu tambah, tetapi tidak ada hudan atau petunjuk maka ia akan celaka di neraka.

Keempat,Belajar terus-menerus. Long life learning, long life education. Menristekdikti mencontohkan bahwa ideal tidurnya santri kurang dari 6 jam jika lebih dari itu, maka harus lebih giat dalam belajar. Tidak terlalu banyak tidur.

“Ikuti perkembangan dengan baik. Harapanya, santri dapat beradaptasi. Lingkungan berubah dengan cepat, jangan kena arus. Tapi ikuti.” Imbuhnya.

Di kesempatan yang sama, Wakil Gubernur menyampaikan tantangan industry 4.0. Seperti China yang mengisolasi Whatsapp dan internet. Jika hal ini akan ditiru Indonesia, maka takutnya ada asumsi ditumpangi kepentingan asing. Dapat dikatakan Industrinya 4.0, murid 3.0, fasilitas 2.0, dan gurunya 1.0. maka dari itu, sangat penting dalam penguasaan zaman ini. Implikasinya, akan dapat memfilter dan tidak terjebak isi berita yang akan dibagikan dan pribadi..

Tidak hanya bidang pendidikan, ekonomi juga masuk di dalamnya. Gus Yasin mengapresiasi Sekolah Tinggi yang mengangkat tema ini. “Seandainya banyak Sekolah Tinggi seperti ini, duduk, mengkaji, dan menyampaikan Rancangan Undang-Undang yang ditolak, itu lebih asyik daripada turun ke jalan sehingga yang ada bentrok dan pengrusakan jalan.” Paparnya.  

Di akhir penjelasan, M. Nasir memanggil mahasiswa yang mendapat IPK di atas 3,50 masing-masing 2 mahasiswa prodi IQT dan PGMI. Mereka adalah Asyrof Sanid, Hafidzatul Hilmi, M. Agung Budiman dan Ika Wahyuningsih. Atas prestasi mereka, masing-masing mendapatkan laptop dari Menristekdikti.

Selepas acara pak menteri berkunjung ke pondok pesantren MIS, Sarang, tempat dimana beliau pernah nyantri. (Tf/*)

TINGGALKAN KOMENTAR

HUBUNGI KAMI

STAI AL-ANWAR SARANG REMBANG

NSPTKI : 143331710035 / 213036

Jl. Raya Gondanrojo - Kalipang
KEC. Sarang
KAB. Rembang
PROV. Jawa Tengah
KODE POS 59274
TELEPON (0295) 5391410
FAX (0295) 5391410
EMAIL institusi@staialanwar.ac.id staialanwar@gmail.com

Peta STAI AL Anwar