SEKILAS INFO
: - Thursday, 05-12-2019
  • 3 bulan yang lalu / Pendaftaran Beasiswa Bidikmisi Rekutmen 2019
  • 3 bulan yang lalu / Hibah Penelitan Mahasiswa Raih Total 25 Juta Rupiah
  • 4 bulan yang lalu / PENDAFATARN MAHASISWA BARU 2019 TELAH DITUTUP
Problematika Kontemporer Islam di Era Industri 4.0

Sarang, Narasigp—Menganggakat tema “ الاسلام والقضايا المعاصرة ” dalam Muhadloroh ‘Ilmiyyah yang diadakan di Mushola Al-Anwar 3 Syekh Sulaiman Hasan dari Libya menjelaskan tentang problem kontemporer Islam di era industri 4.0. Acara diikuti oleh seluruh mahasiswa dan beberapa dosen. (26/11)
Sesuai tema yang diangkat, pertama Syekh Sulaiman menjelaskan bahwa saat ini kita sudah masuk di era industri 4.0, menurut beliau kita harus bisa beradaptasi dengan segala perkembangan. Kita harus punya paradigma baru dan lebih mengonsepkan pendidikan kita.
Selain itu, kita juga dihadapkan dengan stigma-stigma negatif tentang Islam. Beliau memaparkan di abad ini Islam menghadapi problematika mulai dari kemajuan dan kemunduran. Misalnya, berbicara mengenai HAM yang sudah ada sejak zaman Rasulullah. “Negara Madinah sudah menjalankan sistem politiknya sesuai dengan syariat Islam, mereka memiliki kebebasan untuk beragama” tuturnya.

Foto: Mahasiswi STAI Al-Anwar yang sedang bertanya


Islam tidak membenarkan adanya kepemimpinan diktator. Sinergi antar seluruh elemen yang ada sangat diperlukan.
Kedua, problem keadilan. Kita melihat bahwa negara barat yang telah mengklaim sebagai pencetus tentang kemajuan teknologi. Tetapi sebetulnya kita tahu, bahwa Al-Qur’an sebagai pedoman orang Islam sudah banyak mengisyaratkan tentang kemajuan kemajuan tersebut.
Ketiga, problem membeda-bedakan manusia. “Sempat terjadi di barat, bahwa orang berkulit hitam tidak boleh duduk berdampingan dengan orang berkulit putih”, tutur beliau.
Prinsip-prinsip ini sudah dibawa Rasulullah, tentang persamaan seluruh umat. Tidak ada yang pantas dibanggakan oleh diri manusia. Yang membedakan hanya tingkat ketaqwan seseorang. Hal lain, persamaan hak tentang laki-laki dan perempuan bahkan sudah menjadi pondasi yang dibangun oleh Islam.
Terakhir beliau menegaskan bahwa Islam sebagai agama, sudah mengajarkan tentang nilai-nilai kemuliaan akhlak. Kita sebagai umat Islam harus mampu membuka mata dan memahaminya, lalu menghadirkannya di tengah-tengah masyarakat.
“Sebagai umat Islam, nilai-nilai yang ada dalam Al-Qur’an harus kita hidupkan kembali. Tidak bisa kita dianggap keterbelakangan, bahkan prinsip-prinsip itu sudah kita miliki sejak zaman Rasulullah.”, ujar beliau. (D.f)

TINGGALKAN KOMENTAR

HUBUNGI KAMI

STAI AL-ANWAR SARANG REMBANG

NSPTKI : 143331710035 / 213036

Jl. Raya Gondanrojo - Kalipang
KEC. Sarang
KAB. Rembang
PROV. Jawa Tengah
KODE POS 59274
TELEPON (0295) 5391410
FAX (0295) 5391410
EMAIL institusi@staialanwar.ac.id staialanwar@gmail.com

Peta STAI AL Anwar