SEKILAS INFO
: - Wednesday, 13-11-2019
  • 2 bulan yang lalu / Pendaftaran Beasiswa Bidikmisi Rekutmen 2019
  • 2 bulan yang lalu / Hibah Penelitan Mahasiswa Raih Total 25 Juta Rupiah
  • 3 bulan yang lalu / PENDAFATARN MAHASISWA BARU 2019 TELAH DITUTUP
PERTARUHAN SANTRI DIUKUR 5 SAMPAI 10 TAHUN KE DEPAN

REMBANG– Mementum Hari Santri Nasional (HSN) ke-5 disambut aktifitas positif. Mulai dari Sarasehan, upacara, penampilan UKM, dan Gebyar Salawat. Dimulai Sarasehan yang dikoordinir pengurus PP. Al-Anwar 3 (21/10). Kemudian dikoordinir DEMA, berbagai elemen Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) turut andil dan unjuk gigi. Agenda mulai pagi (24/10) yakni upacara dan penampilan UKM/ Organisasi Mahasiswa (Ormawa) disusul Gebyar Salawat malam harinya.

Rangkaian acara diawali upacara di halaman kampus STAI Al-Anwar, Kamis (24/10). Turut hadir dalam kesempatan itu, ketua STAI Al-Anwar DR. KH. Abdul Ghofur Maimoen, MA.  sebagai inspektur.

Dimulainya acara, ditandai dengan kedatangan Babah dan Mamah menaiki golf car yang diikuti delegasi setiap UKM dengan mengibarkan bendera masing-masing. Acara pagi dibungkus dengan berbeda. Perbedaan itu terlihat dari penjemputan Babah dan Mamah dari Ndalem menggunakan mobil golf. Adapun santri seperti biasa memakai kostum hypebeast ala santri; sarung nusantara dan sandal jepit. Pasukan pengibar bendera juga memakai kostum yang sama.

Sejak Indonesia merdeka, pengakuan terhadap perjuangan santri sudah lama atau hampir tak mendapatkan hak apresiasi. Mulai dari Orde Lama berganti ke Orde Baru, orang sangat takut mengaku sebagai santri. Imbasnya juga takut bertemu kiai. Namun sekarang semua terlihat cair. Wujudnya sarung diakui sebgai ikon santri. Bahkan kampus-kampus besar, akademisi, hingga pemangku jabatan mengaku sebagai santri.

“Hari ini kita memperingati hari santri nasional. Sekarang santri sudah diakui, sarung sudah diakui, jadi tidak usah perlu malu-malu lagi kalau mau pakai sarung. Ini tentu menjadi kesempatan emas yang luar biasa. Rata-rata kota besar seperti Semarang, Yogyakarta itu banyak pejabatnya yang mengakui dirinya sebagai santri. Dalam kepengurusan Nahdatul Ulama (NU) ada yang namanya pelatihan kader NU yang sekarang pesertanya tidak santri saja, tapi juga pejabat, dosen dan para pemangku kebijakan. Hal ini menunjukkan bahwa santri menang sudah diakui.” Ucap Gus Ghofur Maimoen dalam amanat upacara.

Legalitas bagi santri, lanjut beliau sudah disahkan oleh negeri. Ini menjadi tantangan yang luar biasa. Beliau memaparkan dengan mimik serius bahwa 5-10 tahun ke depan santri masih memiliki tempat di negeri ini. Dalam kurun waktu tersebut jika peran santri dirasa tidak positif terhadap sumbangsih santri untuk negeri, stigma masyarakat akan mempertanyakan bahkan cenderung ke stigma yang tidak baik.  “Ini menjadi tantangan yang luar biasa Apa yang diberikan santri kepada negeri,” Lanjutnya.

Pasca upacara, Ormawa bergantian unjuk gigi. Diawali Tari Saman dengan syi’ir Alfiyah ibnu Malik oleh JQH Adz-Dzauq, Pasukan Baris Berbaris (PBB) Yel-yel Menwa Gelinding Wesi 966 yang mampu menyita tawa. Dilanjutkan musikalisasi puisi yang sangat ciamik dari LPM Garda Pena feat PSM Ekantika Voice dan Al-Farabi Transoxiana Band.

Tidak sampai disitu, persembahan “Tangis Air” oleh Teater Saroengan, JQH Adz-Dzuq, dan Bahasa tak kalah mengesankan. Pasalnya tema yang diambil bertepatan dengan kondisi bumi kali ini yang sedang mengering. Tak ingin kalah, UKM Pencak Silat menampilkan Pagar Nusa dan Cempaka Putih yang mempertunjukan jurus dan adu kekuatan menjadi penutup yang menghibur.

Menurut Nadia Rizky, perbedaan perayaan ini dengan yang sebelumnya adalah semua UKM bisa terangkul dan menunjukan eksistensinya. Juga lebih mengetahui bakat dan minat mahasiswa khususnya. Jelas Mahasiswi asal Kragan.

“Pada intinya acara ini mengingatkan saya kepada Yai, Maimun Zubair. Beliaulah kiai bangsa penengah politik, dan sumbunya negeri,” ujar Nadia.

Malamnya, para santri mengikuti Gebyar Salawat bersama Ustadz M. Luthfil Anshori diiringi Grub Hadrah Syifaul Qulub. (Aul/Df/Wc)

TINGGALKAN KOMENTAR

HUBUNGI KAMI

STAI AL-ANWAR SARANG REMBANG

NSPTKI : 143331710035 / 213036

Jl. Raya Gondanrojo - Kalipang
KEC. Sarang
KAB. Rembang
PROV. Jawa Tengah
KODE POS 59274
TELEPON (0295) 5391410
FAX (0295) 5391410
EMAIL institusi@staialanwar.ac.id staialanwar@gmail.com

Peta STAI AL Anwar