STAI AL ANWAR, SARANG
(0295) 5391410

“ada dua jenis pendidikan di Indonesia yaitu pendidikan formal dan non formal. pendidikan formal disini adalah sekolah dan non formal adalah pendidikan keagamaan (madrasah diniyah). Madrasah Diniyah merupakan sebuah sekolahan non-formal yang berada dalam naungan atap kementrian agama yang mana sudah cukup lama dikenal sebagai institusi pendidikan keagamaan yang sangat unik dan khas Indonesia. Telah puluhan tahun lahir, tetapi ia masih eksis sampai hari ini, meski tanpa dukungan financial langsung dari negara/pemerintah sekalipun.

dua jenis pendidikan ini saling melengkapi satu sama lain. akan tetapi, pendidikan non formal kurang mendapat perhatian lebih terkadang di pandang remeh oleh sebagian masyarakat. karena dalam relitanya kesadaran masyarakat Islam akan pendidikan agama masih kurang, khususnya masyarakat yang menetap diperkotaan. Dimana pendidikan Madrasah Diniyah ini masih dikesampingkan dan lebih memilih bimbingan-bimbingan belajar (BIMBEL) atau PRIVAT yang sifatnya adalah mengajarkan pelajaran-pelajaran umum. Ia sering dituding sebagai lembaga keagamaan konservatif dan statis. Tetapi dalam perkembangannya juga melahirkan banyak generasi-generasi muslim yang memiliki karakter, akhlaq, moral dan pola pikir anak yang progresif dan bagus.

sehingga banyak orang tua yang lebih bangga anaknya bisa hafal rumus matematika dan fisika dari pada hafal kaidah nahwu dan shorof. lebih bangga kalau anaknya padai istimbat hukum grafitasi dan hukum geometri dari pada istimbat hukum fiqih.

dalam hal ini saya tidak menyalahkan adanya pendidikan formal. jujur saya juga orang yang selalu menempuh pendidikan formal. tapi, please deh … jangan remehkan pendidikan non formal atau diniyah tersebut. silahkan kita tuntut anak kita untuk sekolah setinggi apapun. tapi tolong kita harus tutut mereka juga belajar agama sedalam mungkin.

sebab, Indonesia tidak hanya butuh orang yang cerdas, tapi juga orang yang berakhlaq mulia agar Indonesia maju dan sejahtera.

Sebagai Institusi Pendidikan Islam yang bersifat kerakyatan, peran Madrasah Diniyah dalam proses internalisasi ajaran-ajaran Islam dan tradisi-tradisi keagamaan dalam sebuah komunitas masyarakat muslim tidak dapat diabaikan begitu saja. Madrasah Diniyah memiliki signifikansi dalam melestarikan kontinuitas pendidikan Islam dan nilai moral etis keislaman bagi masyarakat. Peran Madrasah Diniyah ini tidak layak diabaikan begitu saja ketika melihat kualitas dari Madrasah Diniyah yang tidak sedikit guna memenuhi kebutuhan pendidikan agama islam bagi anak-anak terutama yang masih menginjakan kakinya disekolah pendidikan dasar.

Dengan seiringnya perkembangan zaman yang semakin hilangnya akhlak-akhlak dan moral-moral anak bangsa ini, Madrasah Diniyah diharapkan mampu membenahi dan mampu mengembalikan keadaan bangsa yang memiliki generasi-generasi dan insan-insan yang berprilaku baik dan didalamnya terdapat akhlakul karimah dan budi pekerti yang luhur.

Oleh karena pentingnya pendidikan agama islam, Madrasah Diniyah diharapkan mampu menanggapi dan menyelesaikan polemik-polemik tersebut. Dengan kata lain, diharapkan lembaga pendidikan non-formal ini dapat menarik banyak anak bangsa dan menanamkan nilai-nilai akhalkul karimah dan budi pekerti yang luhur. Maka perlu kiranya pendidikan Madrasah Diniyah ini dilestarikan dan dibudayakan dalam kehidupan dimasyarakat, dan perlu kiranya perhatian dari pemerintah sehingga masyarakat akan merasa butuh dan ingin untuk memasukan putra-putrinya kelembaga pendidikan agama khususnya Madrasah Diniyah. Dengan hal seperti itu, mudah-mudahan terbentuklah generasi-generasi dan anak-anak yang shalihin-shalihat , generasi yang pelopor bukan pengekor, generasi yang pengais bukan pengemis, generasi yang perintis bukan pewaris, generasi yang berkarakter, generasi yang beradab dengan mempunyai akhlakul karimah dan budi pekerti yang luhur, generasi yang cerdas dan dibekali dengan pendidikan agama sehingga terbentuklah generasi dan anak-anak yang bertakwa kepada Allah SWT.

salam ngaji itu penting

WordPress Themes