RAGAM TRADISI PENJAGAAN AL-QUR’AN DI PESANTREN (Studi Living Qur’an di Pesantren Al-Munawwir Krapyak, An-Nur Ngrukem, dan Al-Asy’ariyyah Kalibeber)

Anisah Indriati

Abstract


Salah satu kajian paling populer dalam kajian Al-Qur’an belakangan adalah living Qur’an. Meskipun kajian ini lebih bernuansa fenomenologi budaya, namun masih masuk dalam cakupan wilayah kajian kitab suci. Living Qur’an pada dasarnya berangkat dari fenomena Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Kajian ini tidak difokuskan pada studi teks, tetapi pada alam nyata dan fungsi praktis Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat Muslim. Ada beberapa pesantren Al-Qur’an yang memberikan kontribusi penting dalam mengembangkan interaksi Muslim terhadap Al-Qur’an. Huffā al-Qur’ān Peranan mereka dalam menciptakan ratusan atau bahkn ribuan menjadi bukti eksistensi mereka dalam living Qur’an. Berbagai variasi metode dan proses interaksi Al-Qur’an dijalankan, sehingg Al-Qur’an menjadi sebuah entitas yang hidup di antara komunitas Muslim, khususnya di kalangan pesantren. Ada tiga pesantren terkenal yang telah menghasilkan para Huffā al-Qur’ān, yaitu: Pesantren al-Munawwir Krapyak Yogyakarta, Pesantren Tahfiẓ al-Qur’an al-Asy’ariyah Kalibeber Wonosobo, Jawa Tengah, and Pesantren An-Nur Ngrukem Bantul. Ketiga pesantren yang telah membuktikan keberadaannya, dianggap penting dalam menciptakan masyarakat untuk mencintai Al-Qur'an. Oleh karena itu menjadi penting untuk didiskusikan, dimana kajian ini berupaya mendalami bagaimana pesantren tersebut berinteraksi dengan Al-Qur’an. Sehingga nilai-nilai dasar Al-Quran dapat dimanifestasikan dalam setiap kegiatan sehari-hari Muslim dan kemudian selalu dapat membawa tuntutan rohani bagi jiwa mereka.

Kata Kunci: al-Qur’an, penjagaan al-Qur’an, pesantren, living Qur’an, tradisi

 

  

Full Text:

PDF

References


Baidan, Nasrudin. Metodologi Penafsiran al-Qur`an. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2000

Bayḍāwī (al-), ‘Abdullāh bin ‘Umar bin Muḥammad. Anwār al-Tanzīl wa Asrār al-Ta`wīl. Beirut: Dār Iḥyā` al-Turāth al-‘Arabī. t.th

Dalono, Eko. “Tiga Ulama yang Dikebumikan di Makam Pulo Laweyan Solo”. Dalam https://ekodalono.wordpress.com/2016/09/04/tiga-ulama-yang-dikebumikan-di-makam-pulo-laweyan-solo/. (diakses pada 5 Mei 2017).

Darwazah, Muḥammad ‘Izzat. al-Tafsīr al-Ḥadīth: Tartīb al-Suwar wa Ḥasba al-Nuzūl. Beirut: Dār al-Gharb al-Islāmī. 2000

Fadhol, Abul. Tafsīr Ayāt al-Aḥkām min al-Qur`ān al-Karīm. t.t: t.p. t.th

Fatmah. “KH Muhammad bin Sulaiman: Ulama Ahli Tafsir dari Solo”. dalam http://www.thohiriyyah.com/kh-muhammad-bin-sulaiman-ulama-ahli-tafsir-dari-solo/. (diakses pada 18 Februari 2017).

Federspiel, Howard M. Kajian al-Qur`an di Indonesia: dari Mahmud Yunus hingga Quraish Shihab. terj. Tajul Arifin. Bandung: Mizan. 1996

Gusmian, Islah. “Bahasa dan Aksara dalam Penulisan Tafsir Al-Qur`an di Indonesia Era Awal Abad 20 M”. Mutawâtir. Vol. 5. No. 2

Johns, A.H. “Tafsir al-Qur`an di Dunia Indonesia-Melayu”. diterjemahkan oleh Syahrullah Iskandar. dalam Jurnal Study al-Qur`an. Vol. 1, No. 3, 2006.

Khālidī (al-), Ṣālaḥ ‘Abd al-Fattāḥ. Ta’rīf al-Dārisīn bi Manāhij al-Mufassirīn. Damaskus: Dār al-Qalam. 2008

Khāzin (al-), ‘Ala`uddin ‘Alī. Lubāb al-Ta`wīl fī Ma`ānī al-Tanzīl. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah. 2004

Makkī (al-), Muhammad Yāsīn bin ‘Īsā al-Fādānī. Waraqāt fī Majmū’ah al-Musalsalāt wa al-Awā`il wa al-Asānīd al-‘Āliyyah. Kairo: al-Maṭba’ah al-Salafiyyah. 1986

Naysābūrī (al-), Abī al-Ḥusayn Muslim bin al-Ḥajjāj al-Qushayrī. Ṣaḥīḥ Muslim. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah. 2011

Sulaiman, Muhammad bin. Jāmi’ al-Bayān min Khulāṣah Suwar al-Qur`ān. Brabo: Maktabah Sirāj al-Ṭālibīn. t.th


Refbacks

  • There are currently no refbacks.