SEKILAS INFO
: - Friday, 30-10-2020
  • 2 bulan yang lalu / Pendaftaran Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2020/2021 Telah di tutup
  • 9 bulan yang lalu / SILAHKAN UPDATE NIK UNTUK RESERVASI PIN SEBAGAI SYARAT CETAK IJAZAH
  • 10 bulan yang lalu / PENDAFTARAN MAHASISWA BARU TAHUN AKADEMIK 2020/2021 DIBUKA TANGGAL 8 FEBRUARI 2020
Jihad di Indonesia yakni Mempertahankan supaya Sholat itu Sesuatu yang Indah

Sarang – Ratusan mahasiswa STAI Al-Anwar Sarang malam (16/9) meghadiri kegiatan Studium General. Untuk kali pertama kagiatan ini digabung dengan Malam Ta’aruf Pondok Al-Anwar 3. Para santri mengenakan masker dan beseragam putih. Kegiatan ini disiarkan di kanal You Tube PP. Al-Anwar 3 dan STAI Al-Anwar.

Dalam acara ini mengangkat tema “Menjadi Santri Mbah Moen di Al-Anwar 3”. Hadir para narasumber yang sangat kredibel yakni Wakil Gubernur Jawa Tengah K.H. Taj Yasin Maimun, Pembina Al-Anwar 3 K.H. Muhammad Idror, serta K.H. Ahmad Baha’uddin. Acara rileks dengan pembawaan yang sarat kekeluargaan.

“Kita menghadirkan Mbah Moen di hati, kalau menghadirkan Gus Baha’ di You Tube,” canda K.H. Aminoto Sa’dullah selaku moderator.

Pada kesempatan berbicara Gus Baha’ menimpali Mbah Amin-Sapaan K.H. Aminoto Sa’dullah-, “Sama-sama menggemparkan, kalau dulu Gus Ghofur dengan tesis cumlaud-nya, kalau Mbah Amin ini malah nguculi wedus neng Musalla,” candanya disambut tawa para santri.

Dalam 3 sesi masing-masing narasumber memaparkan bagaimana dulu Mbah Moen mendidik. Gus Yasin –sapaan K.H. Taj Yasin- memaparkan bagaimana menjadi pelayan masyarakat, “Dulu Mbah Moen ketika mondok di Lirboyo juga menjadi abdi Ndalem,” jelasnya.

Dalam pemaparannya, Gus Iid –Sapaan K.H. Muhammad Idror- menyampaikan tauladan dari Mbah Moen. Diantaranya semangat dalam belajar. “Dulu ketika di Makkah, Abah melihat buku dibaca 10 menit. Beliau selalu asyik membaca,” ungkapnya.

Selain itu, jelas Gus Iid, Mbah Moen produktif dalam menulis. Mbah Moen aktif dalam mengelola masjid Jami’ bersama Kiai Musa. Sering juga membuat khutbah jum’at dalam bahsa Arab. “Tahu-tahu karangannya sudah banyak,” paparnya.

Gus Iid juga menambahkan bahwa Mbah Moen mencontohkan untuk menghidupkan kegiatan di Musalla 5 waktu dengan mengaji. Dalam mengaji ada dimana guru menjadi guru futuh. Adapun guru futuh Mbah Moen yakni Mbah Zubair. “Kalau di Al-Anwar 3 mengaji yang utama ke Gus Ghofur,” imbuhnya.

Gus Iid juga memotivasi para santri dalam meneladani Mbah Moen. Kalau ingin meniru Mbah Moen, harus lebih dari beliau. “(Kalian) harus lebih pintar dari kami,” pungkasnya.

Gus Baha’ –sapaan K.H. Ahmad Baha’uddin Nur Salim menerangkan barokahnya Mbah Moen dalam berbangsa. Hal ini terlihat dari karya Al-Ulama Al-Mujaddidun ditujukan kepada siapa. Jihad di Indonsia yakni mempertahankan supaya sholat itu sesuatu yang indah.

Berbagai instansi negara berlomba membuat masjid untuk membantuk komunitas sholat menjadi ukuran. Sampai pada pernyataan jika ada bupati yang tidak sholat maka tidak dipilih. Artinya hal buruk dalam agama juga buruk dalam dunia politik. “(Hal ini terjadi) Tanpa bikin kayak negara Islam. Kurang apanya coba?” jelasnya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

HUBUNGI KAMI

STAI AL-ANWAR SARANG REMBANG

NSPTKI : 143331710035 / 213036

Jl. Raya Gondanrojo - Kalipang
KEC. Sarang
KAB. Rembang
PROV. Jawa Tengah
KODE POS 59274
TELEPON (0295) 5391410
FAX (0295) 5391410
EMAIL institusi@staialanwar.ac.id staialanwar@gmail.com

Peta STAI AL Anwar